AMM Diharapkan Cetak Pemimpin Kaltim yang Visioner

AMM Diharapkan Cetak Pemimpin Kaltim yang Visioner

 

SAMARINDA - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diharapkan mampu mencetak pemimpin Kaltim masa depan yang visioner. Pemimpin visioner adalah pemimpin yang mampu menyiapkan rencana cerdas untuk pembangunan jangka panjang.

Selain memiliki visi yang jauh ke depan, pemimpin visioner juga bisa memahami kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, sehingga mampu meramu menjadi sebuah sukses di masa depan.

“Saya yakin Muhammadiyah memiliki kader yang professional, sehingga dapat mencetak calon pemimpin yang visioner. Setidaknya, Muhammadiyah mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, pemimpin yang visioner itu seperti apa, sehingga pembangunan di daerah ini semakin baik. Apalagi, tahun ini adalah tahun politik,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Bere Ali, ketika menjadi Narasumber Silaturrahim dan Talkshow AMM tentang Kepemimpinan Kaltim ke Depan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin malam (15/6).

Pemimpin visioner diperlukan karena dapat mengetahui kondisi geografis dan menyerap aspirasi masyarakat yang dipimpin. Program pemimpin visioner akan menyentuh aspirasi rakyat.

Pemimpin harapan adalah pemimpin yang tidak tercemar dengan permasalahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). “Karena itu, pemimpin Kaltim maupun kabupaten/kota ke depan adalah tentu orang yang dinilai jujur dalam kehidupan sehari-hari, tidak KKN, amanah dan tidak sekedar mengumbar janji,” jelas Bere.

Lebih dari itu, lanjut Bere, kepemimpinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus terkoordinasi dengan kepemimpinan nasional agar perencanaan pembangunan nasional selaras dengan pembangunan daerah.

Sebelumnya, Ketua PW Muhammadiyah Kaltim Suyatman menguraikan kepemimpinan Kaltim ke depan dari sisi perspektif Islam harus memiliki sifat amanah yang sangat kuat atau dapat dipercaya.

“Pemimpin itu harus kuat. Kuat apanya, ya kuat fisiknya. Karena harus ke sana ke mari. Begitu pula kuat mentalnya. Sebab, tidak semua menyukai. Pemimpin harus mampu menghadapi kondisi tersebut. Mereka juga harus kuat secara ekonomi. Jangan sampai, ada pemimpin yang tujuannya ingin kaya. Ini tidak baik,” jelasnya. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait