Andalkan Keunggulan Sejumlah Daerah

Kaltim Pacu Pengembangan Kawasan Industri

SAMARINDA - Pengembangan wilayah di Kalimantan Timur dilakukan dengan pendekatan klaster, dimana terdapat tujuh  kawasan industri yang siap untuk dikembangkan menurut keunggulan masing-masing daerah.

"Hingga kini terus memacu kabupaten dan kota untuk mengembangkan kawasan-kawasan industri sesuai potensi dan keunggulan kewilayahan. Bahkan, kami telah tetapkan tujuh kawasan industri di Kaltim," kata Gubernur Awang Faroek Ishak saat menerima kunjungan Komite IV DPD-RI, pekan lalu.

Saat ini lanjut Gubernur, yang sangat pesat perkembangannya Kawasan Industri Karingau (KIK) Balikpapan yang dilengkapi pelabuhan internasional dan peti kemas. Kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Balikpapan akan menjadi kawasan industri dan jasa yang maju pesat perkembangan dan pertumbuhannya karena didukung fasilitas transportasi udara berupa Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan jalan tol Samarinda-Balikpapan.

Selain itu, kawasan industri ini akan terhubung dengan kawasan industri dan ekonomi khusus Buluminung di Kabupaten Penajam serta kawasan perkebunan kelapa sawit di Paser untuk industri crude palm oil serta produk turunan (downstream) kelapa sawit.

Sementara itu, Samarinda sebagai ibukota provinsi akan menjadi kota industri dan jasa karena pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. "Di ibukota provinsi ini terdapat Pelabuhan Peti Kemas Palaran yang sangat refresentatif  didukung fasilitas  lainnya," kata Awang.

Demikian halnya, Kota Bontang yang telah ditetapkan untuk pengembangan kawasan industri atau klaster industri berbasis gas dan kondensat. Di kota ini terdapat dua perusahaan besar yakni PT Pupuk Kaltim (PKT) dan PT LNG Bontang.

Keberadaan kedua perusahaan yang salah satunya adalah BUMN (PKT Bontang) sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan kegiatan perekonomian di daerah tersebut. Ke depan, diharapkan PT LNG mampu menyuplai gas bagi kebutuhan industri dan masyarakat Kaltim.

"Memang memprihatinkan bagi kami. Dimana Kaltim ini salah satu daerah penghasil gas maupun minyak bumi dan  batu bara namun kami tidak bisa menggunakannya karena terkendala aturan. Hendaknya ini menjadi perhatian DPD-RI agar kami diberikan keadilan," pinta Gubernur. 

Sedangkan kawasan industri yang mengalami kemajuan pesat yakni  kawasan  industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur. Kawasan itu pun telah ditetapkan sebagai kawasan industri  berbasis  pertanian  dan oleochemical.

"Kawasan ini disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ditetapkan  sebagai kawasan ekonomi khusus Maloy Batu Trans Kalimantan Economic Zone. Kawasan ini dalam MP3EI  menjadi lokus kegiatan ekonomi utama kelapa sawit," jelas Gubernur.

Kawasan lain yang terus dipacu perkembanganya yakni Kabupaten Berau yang ditetapkan sebagai kawasan industri pariwisata. "Kabupaten ini memiliki berbagai keunggulan kemaritiman selain potensi kelautan, perikanan dan pariwisata. Terdapat gugusan  kepulauan yang sangat menarik dan indah, yakni Pulau Derawan, Kakaban, Sangalaki dan Maratua. Kawasan-kawasan industri ini akan menjadi lokomotif perekonomian daerah," ungkap Awang Faroek Ishak. (yans/sul/es/hmsprov) 

///FOTO : Gubernur Awang Faroek Ishak (dua dari kiri) saat meninjau perkembangan pembangunan landasan pacu Bandara Maratua untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata di Gugusan Kepulauan Derawan di Kab. Berau.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait