Angka Melek Huruf Kaltim Capai 98,64 Persen

Angka Melek Huruf Kaltim Capai 98,64 Persen

 

SAMARINDA – Terungkap angka melek huruf masyarakat Kaltim mencapai 98,64 persen atau melebihi target tahun 2014 yang diprediksikan sebesar 98,40 persen. Namun, rata-rata lama sekolah masih dibawah target dari 10 tahun atau hanya mencapai 9,6 tahun.

“Tetapi meningkat jika dibandingkan tahun 2013 yang hanya 9,39 tahun,” kata Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal pada  penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kaltim pada Sidang Istimewa ke-12 DPRD Kaltim, pekan lalu.

Pembangunan sumber daya manusia Kaltim melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dilakukan antara lain dengan pembangunan gedung sekolah unggulan dari tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP terpadu hingga SMA/SMK unggulan.

Pemberian Beasiswa Kaltim Cemerlang dan dukungan pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan melalui penyediaan lahan  mencapai 118 hektar dari 300 hektar yang direncanakan.

Peningkatan kualifikasi guru ke jenjang pendidikan setara sarjana (S1) atau Diploma (D4). Pembangunan gedung sekolah khusus olahragawan internasional (SKOI) dan pembangunan education center.

Termasuk pembangunan pendidikan keaksaraan melalui pembelajaran keaksaraan tingkat dasar dan lanjutan. Juga, pemasyarakatan minat baca melalui pengembangan jaringan perpustakaan digital.

“Terkait tujuan peningkatan kualitas SDM Kaltim, Gubernur Awang Faroek Ishak telah menerima penghargaan berupa KONI Award dari KONI Pusat atas dedikasinya di bidang pembangunan olahraga di daerah,” tambah Mukmin. 

Selain itu, pembangunan SDM melalui sektor kesehatan juga terlihat dari angka harapan hidup mencapai 71,78 tahun atau melebihi dari target 71,5 tahun.

“Kenaikan angka harapan hidup di Kaltim tidak terlepas dari peningkatan kualitas layanan kesehatan. Seperti peningkatan fasilitas pelayanan rujukan di RSUD AW Sjahranie Samarinda dan Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan serta penyelesaian pembangunan RSUD Tarakan,” ungkapnya.

Pemerintah juga melakukan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dasar melalui pengembangan Puskesmas 24 Jam dan pembangunan rumah sakit pratama untuk pelayanan bagi masyarakat kurang mampu dan masyarakat jauh dari jangkauan pelayanan rumah sakit. (yans/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait