Angkat Lumpur dan Sampah, Ratusan Pemuda Gelar Bersih-bersih Pasca Banjir

Ist

SAMARINDA - Ratusan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas pemuda dikomandoi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melaksanakan bhakti sosial  pasca banjir Samarinda.  Kegiatan bersih-bersih  pasca banjir ini digelar di wilayah Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang.

Bhakti sosial dilaksanakan selama tiga hari, sejak 30 Mei-1 Juni 2020. Sasarannya, pembersihan tempat ibadah, fasilitas umum, serta lingkungan terdampak banjir.

Kepala Dispora Kaltim HM Syirajuddin mengatakan kegiatan bersama pemuda tersebut berupa penanggulangan pasca banjir yang kerap terlupakan.

"Pasca banjir ini sebenarnya yang berat dan melelahkan, tapi sering terlupakan. Di sinilah pemuda kita kerahkan untuk turun lapangan membantu, mulai membersihkan tempat ibadah dan fasilitas umum serta lingkungan sekitarnya dari sampah berserakan," kata Syirajuddin ketika ditemui saat meninjau pelaksanaan bhakti sosial pasca banjir Samarinda, di Ponpes Hidayatul Mubtadin Jalan Terong Pipit 8 Bengkuring, Ahad (31/5/2020).

Lokasi sasaran dibagi dalam empat titik selama tiga hasil kegiatan, yakni Kelurahan Bandara, Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Gunung Lingai, dan Kelurahan Sempaja Timur.

Termasuk kegiatan di panti lansia membersihkan sebagian ruangan dan halaman yang belum sempat dibersihkan petugas panti.  Utamanya sampah yang berserakan di halaman panti agar kembali dalam kondisi nyaman.

Sedangkan di Masjid Al Muhajirin di Pemuda 2 juga dilakukan pembersihan lingkungan dari sampah berserakan karena dalam masjid sudah dibersihkan pengurus masjid.

"Mudah-mudahan diberikan kemudahan dan kelancaran, karena kegiatan ini persiapannya cukup singkat hanya dua hari langsung action, " katanya.

Inilah kata dia bentuk partisipasi dan keprihatinan Dispora bersama pemuda. Dia mengaku akan terus memberikan dukungan bagi kegiatan kepemudaan di Kaltim. Tidak hanya bhakti sosial saat banjir, tapi kegiatan lingkungan lain seperti giat bersih-bersih sampah Sungai Karang Mumus.

"Kali ini kita tidak hanya bersih-bersih, tapi juga menyiapkan obat-obatan seadanya bagi korban banjir yang terserang diare dan gatal-gatal. Semoga tidak banyak yang terserang penyakit" sebutnya.

Kegiatan bhakti sosial bertujuan untuk menggerakan pemuda ikut berpartisipasi membantu masyarakat dalam penanganan pasca banjir. Menunjukan bahwa pemuda memiliki semangat toleransi kebersamaan.

"Sama-sama merasakan bahwa ini merupakan musibah bersama. Jangan sampai ada anggapan dalam situasi seperti ini pemuda tidak turun, tidak ada kepedulian dan empati," katanya.

Dia bersyukur tingkat kesadaran pemuda cukup tinggi.Mereka antusias tidak hanya menyumbangkan tenaga, tapi juga peralatan yang dibutuhkan untuk bersih-bersih. Bahkan, kata dia hingga sebelum pelaksanaan kegiatan masih ada komunitas pemuda yang mendaftar untuk ikut membantu.

"Yang jelas, Dispora hanya mencoba menggerakkan dan memancing mereka untuk ikut terlibat. Semakin banyak anak muda yang terlibat akan semakin banyak yang bisa dilakukan di lapangan," katanya lagi.

Hari pertama kegiatan dilaksanakan pembersihan Jalan AM Sangaji, pembersihan Jalan Gatot Subroto, pembersihan Masjid Al Muhajirin di Pemuda 2, UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, dan pembersihan Masjid Baburahmah di RT 08 Perum Griya Mukti. 

Hari kedua, para pemuda didukung staf Dispora Kaltim fokus di panti lansia dan di Ponpes Hidayatul MubtadinJalan Terong Pipit 8 Bengkuring.

Kegiatan melibatkan jajaran Dispora Kaltim dan organisasi serta komunitas pemuda, diantaranya Pemuda Relawan Indonesia, Forum Kewirausahaan Pemuda, Forum Pemuda Disabilitas Kreatif, Sahabat Hati, Forum Anak Samarinda, JCI Kaltim, 1000 Guru Samarinda, Pemuda Relawan Fardhu Kifayah, Badko HMI, AMPI, Purna Paskibraka Indonesia, Gekraf, PCMI, PMII, Wirausaha Muda Nusantara, Korps Mahasiswa Islam Putri Indonesia, Alumni KPN, PPMI, dan Pramuka Peduli.(jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait