Antisipasi Menurunnya Tingkat Partisipasi Dalam Pemilu

Pemprov Terus Lakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan tingkat partisipasi politik masyarakat hendaknya menjadi perhatian khusus pada Pemilu 2014. Hal ini terkait fakta yang ada menunjukkan saat ini telah terjadi satu kecenderungan fenomena penurunan tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil pelaksanaan Pemilu Legislatif sebelumnya, yaitu Pemilu 1999 dengan tingkat partisipasi politik masyarakat 92,74 persen, Pemilu 2004 dengan tingkat partisipasi politik masyarakat 84,07 persen, dan Pemilu 2009 dengan tingkat partisipasi politik masyarakat 71 persen.

Selain itu, pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) pada 2013 di beberapa daerah, tingkat partisipasi politik masyarakat berkisar antara 50-70 persen saja.

“Bukan tidak mungkin tren penurunan partisipasi pemilih masih akan berlanjut pada Pemilu 2014. Hal itu melihat potensi masyarakat yang mulai jenuh ditandai dengan rendahnya partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim September 2013 lalu yang hanya berkisar 55,81 persen,” kata Awang Faroek belum lama ini.

Fenomena tersebut, ujar dia, harus disikapi bersama dengan bijak. Dengan terus berupaya memasyarakatkan penyelenggaraan Pemilu dan menggugah masyarakat untuk dapat menggunakan hak suaranya dengan baik.

Sementara itu, kepada masyarakat atau kelompok rentan seperti buruh migran, masyarakat adat, tahanan atau narapidana harus mendapatkan perlindungan dan jaminan untuk dapat menyalurkan hak suaranya dengan baik.

“Yang terpenting adalah pemilih pemula. Kita harus bisa meyakinkan mereka untuk ikut berpartisipasi dan menggunakan hak pilih mereka,” ujarnya.

Untuk itu, pada 9 April 2014 diharapkan seluruh masyarakat dapat berduyun-duyun penuh antusias datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk menggunakan hak pilihnya secara aman tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

“Dengan harapan, adanya partisipasi politik masyarakat yang tinggi dalam Pemilu 2014, baik secara kuantitas maupun kualitas. Sehingga, Pemilu 2014 akan dapat menghasilkan para wakil rakyat yang mempunyai legitimasi yang kuat serta amanah dalam menjalankan tugasnya,” ucapnya.

Awang Faroek mengajak kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk memanfaatkan sebaik-baiknya Pemilu dengan memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya menegakkan demokrasi dengan menyalurkan aspirasi.

“Jangan sampai masyarakat kita tidak peduli pada Pemilu dan menjadi golongan putih (golput), karena pilihan terbaik kita akan sangat menentukan bagi kelangsungan jalannya pemerintahan dan pembangunan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (her/sul/hmsprov)

Berita Terkait