Antisipasi Pemindahan Patok Batas Negara

 

Kemenhan Pasang Chip dan Bangun JIPP di Perbatasan

LONG PAHANGAI – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memprioritaskan pembangunan perbatasan di tiga wilayah yaitu Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Barat. Khsusus  seluruh wilayah perbatasan  Kaltim, Kalbar dan Kaltara akan diutamakan untuk percepatan pembangunan dalam lima tahun ke depan.

Sejalan dengan instruksi presiden, Kemenhan memprogramkan pemasangan chip pada patok-patok perbatasan negara Indonesia dan Malaysia, hal itu dilakukan agar apabila ada pemindahan ataupun pergeseran patok-patok perbatasan nantinya akan ketahuan.

"Nantinya, patok-patok di perbatasan dengan negara tetangga akan dipasang chip yang dihubungkan dengan global positioning system (GPS), sehingga dengan begitu nantinya akan ketahuan apabila ada patok yang pindah ataupu bergeser," jelas Kepala Koordinator Wilayah Kaltim Kemenhan,  Kolonel Laut Agus Subagyo, beberapa hari lalu.

Selain itu, Kemenhan juga akan membangun Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) maupun Jalan Administrasi (JA). Jalan-jalan tersebut sebagai sabuk pengamanan yang nantinya berguna sebagai penghubung desa-desa yang berada dekat dengan pos-pos perbatasan.

Sementara JIPP tersebut memiliki lebar 10 meter dan diperkeras, yang akan digunakan TNI untuk menjaga perbatasan darat yang menghubungkan pos-pos di perbatasan. Selain JIPP, Kemenhan juga akan melengkapi, membangun dan merenovasi pos-pos jaga di perbatasan.

Setiap pos harus didukung dengan dua motor trail. Selanjutnya sudah pula disiapkan untuk pengadaan drone camera dengan jarak kendali 200 kilometer, 30 kilometer dan 1 kilometer  dari perbatasan yang mampu terbang di sekitar pos-pos perbatasan

"Kedepannya, kita berharap program Kemenhan dan Pemprov Kaltim dapat bersinergi untuk membangun perbatasan,"ujarnya

Dikatakan, garis perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan panjangnya mencapai 2.019 kilometer. Ada delapan kabupaten di Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yakni  Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Malinau, Nunukan dan Mahakam Ulu.

Selain mengantisipasi terkait wilayah perbatasan, Kemenhan juga melakukan penyuluhan bela negara meliputi peningkatan dan implementasi cinta tanah air, hidup berbangsa dan bernegara, termasuk di dalamnya konstitusi hak dan kewajiban warga negara. Meyakinkan kepada masyarakat bahwa Pancasila adalah ideologi dan dasar negara serta kemampuan awal dalam bela negara.

Dalam sektor pertahanan perbatasan yang terpenting yaitu sumber daya manusia (SDM) dan masyarakatnya harus memiliki semangat bela negara dan cinta tanah air. Masyarakat di perbatasan adalah masyarakat yang berada di posisi terdepan suatu negara, maka perlun dibangun jiwa dan raganya agar tetap sehat.

"Karena jika terjadi konflik militer, mereka telah siap dengan segala kondisi dan TNI yang menjadi kekuatan utama bisa berfungsi sebagai komponen pendukung,"ujarnya.

Upaya meningkatkan dan mengoptimalkan semangat nasionalisme masyarakat di perbatasan, agar memiliki semangat bela negara dan cinta tanah air. Sehingga tidak benar jika semangat bela negara itu luntur di perbatasan khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu,"paparnya.(mar/sul/es/humasprov)

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama rombongan saat meninjau salah satu patok perbatasan di Simanggaris Kalimantan Utara, sebelum pemekaran daerah otonomi baru.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait