APBN Kucurkan Rp38,29 Miliar untuk Disnak Kaltim

SAMARINDA – Tahun angaran 2013, pemerintah pusat khususnya Kementerian Pertanian melalui APBN mengucurkan dana bantuan bagi Dinas Peternakan Kaltim RpRp38,29 miliar.

“Guna mendukung pembangunan sektor pertanian,  khususnya subsektor peternakan tahun ini,  Disnak Kaltim mendapat kucuran dana dari APBN Rp38,29 miliar,” kata Plt Kepala Disnak Kaltim Dadang Sudarya usai membuka Rakor Pertemuan Perencanaan Program dan Kegiatan Prasarana dan Sarana Pertanian 2014, Senin (11/2).

Menurut dia, Kaltim merupakan suatu kawasan yang sangat potensial untuk pengembangan subsektor peternakan. Kemampuan wilayah dapat menampung sekitar 2.683.324 satuan ternak atau 3.536.621 ekor sapi, sementara populasi hanya sekitar 104.094 ekor sapi.

Sehingga kapasitas penambahan ternak sekitar 2.579.230 satuan ternak atau 3.432.527 ekor sapi. Potensi belum dapat dimanfaatkan secara optimal yang dapat dijadikan peluang memenuhi kebutuhan daam daerah maupun sumber bibit karena keterbatasan anggaran.

Dijelaskan khusus anggaran berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun anggaran 2013 yakni dana Dekonsentrasi (Dekon) Rp450.000.000 sedangkan Tugas Pembantuan (TP) Rp2,025 miliar.

Sementara itu target dan sasaran APBN untuk kegiatan di subsektor peternakan, yakni pengelolaan air irigasi untuk pertanian berupa pengembangan sumber air dua paket dan konservasi air dan anomali iklim delapan paket.

“Sedangkan untuk perluasan areal dan pengelolaan lahan pertanian melalui pengembangan jalan pertanian dua kilometer dan perluasan areal peternakan sekitar 140 hektare,” jelas Dadang Sudarya.

Rakor perencanaan program dan kegiatan prasarana dan sarana pertanian menghadirkan Kepala Bagian Pelaporan dan Kasubbag Program Biro Perencanaan Kasubdit Pengawasan dan Peredaran Alsintan  Direktorat Alsin Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian  yang diikuti 150 peserta dari kepala dinas peternakan atau yang menangani fungsi peternakan kabupaten/kota se-Kaltim.(yans/hmsprov).

Foto : Kaltim merupakan daerah potensial untuk pengembangan pertenakan sapi.(dok/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation