April, Bandara Temindung Pindah ke APT Pranoto

Gubernur Awang Faroek Ishak saat meninjauh progres pembangunan Bandara Internasional APT Pranoto didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong. (DOK/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Landasan pacu (runway)  Bandara Internasional  Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda sepanjang 2.250 meter diprediksi selesai  Februari 2018 mendatang. Seluruh permukaan runway sudah akan tertutup aspal.  

 

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H Salman Lumoindong mengatakan pengerjaan landasan pacu Bandara  APT Pranoto terus dikebut siang dan malam, khususnya  untuk progres konstruksi atas  untuk pengaspalan. Meski demikian diakui Salman, tingginya intensitas hujan beberapa waktu ini sedikit banyak juga berpengaruh terhadap percepatan penyelesaiannya. "Cuaca memang jadi kendala. Tapi kita tetap menargetkan sesuai rencana semula. Februari seluruh permukaan runway sudah beraspal dan paling lambat  April 2018 pemindahan dari Bandara Temindung ke Bandara APT Pranoto sudah bisa dilakukan," Salman Lumoindong, Rabu (24/1).  

 

Setelah pekerjaan runway rampung, pihaknya akan segera menyiapkan verifikasi bandara oleh tim Kementerian Perhubungan. Jika dinyatakan siap, Bandara APT Pranoto dipastikan akan segera menyatakan siap membuka jalur penerbangan baru. "Setelah selesai runway, baru akan kami coba agendakan verifikasi bandara oleh Kemenhub," ucapnya. 

 

Salman menyebutkan, seraya menunggu pembukaan rute penerbangan baru, maka seluruh aktifitas Bandara Temindung akan dipindahkan ke Bandara APT Pranoto. Pemindahan, termasuk juga seluruh penerbangan yang saat ini dilakukan di Bandara Temindung. Sebagai informasi, Bandara Internasional APT Pranoto sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Bandara Samarinda Baru atau BSB berlokasi di Kelurahan  Sungai Siring,  Kecamatan Samarinda Utara. 

 

Setelah beroperasi  nanti  diprediksi bandara ini akan menampung hingga 5 juta penumpang dan 16 ribu ton kargo per tahun.  Rute-rute baru yang digadang-gadang antara lain dari Samarinda ke beberapa kota negara tetangga, yakni Kuala Lumpur, Kuching, Tawao dan Singapura. Selain itu juga akan dijadualkan untuk rute-rute baru penerbangan domestik. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation