Arsip Bukan Kumpulan Kertas Kumuh
SAMARINDA - Pelatihan pengelolaan arsip desa bagi Sekretaris Lurah dan Desa se  Kabupaten/Kota dilingkungan Pemprov Kaltim, bertujuan membekali para Sekdes dalam teori dan praktek di bidang kearsipan serta meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keahlian sumber daya manusia pedesaan dalam mengelola dokumen desa, serta mengubah paradigma yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa arsip itu merupakan kumpulan kertas yang kumuh.
Demikian dikatakan Kepala Badan Arsip Kaltim H Mariansyah mewakili gubernur Kaltim saat membuka pelatihan pengelolaan arsip desa bagi Sekretaris Lurah dan Desa se  Kabupaten/Kota dilingkungan Pemprov se Kaltim,di Samarinda, Kamis lalu. 
 Dijelaskan, peran kearsipan  di Kaltim semakin strategis, terutama dalam memberi pelayanan informasi kepada masyarakat.Diharapkan, dengan adanya pelatihan pengelolaan arsip untuk sekretaris desa ini, semua data dan dokumentasi di suatu desa akan terkelola dengan baik serta untuk mendorong perwujudan masyarakat sadar arsip.
Dijelaskan, arsip yang tercipta harus dapat menjadi sumber informasi, acuan , dan bahan pembelajaran masyarakat, bangsa dan Negara dalam bentuk menghasilkan suatu sistemik, autentik, terpercaya, serta mampu mengidentifikasi keberadaan arsip yang memiliki keterkaitan informasi sebagai suatu keutuhan informasi pada semua organisasi kearsipan.
"Mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang baik dan sesuai dengan standar dan prosedur kearsipan, perlu kiranya diadakan suatu pelatihan yang berkaitan dengan kearsipan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM bagi semua aparatur pemerintah dari tingkat bawah sampai pada tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.
Tujuan dari diklat pengelolaan kearsipan ini adalah untuk untuk menciptakan sekretaris desa yang terampil dan profesional dan diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat melaksanakan tugas kearsipan dengan baik.
“Karena bagaimanapun sistem kearsipan yang kita terapkan pasti membutuhkan SDM yang terampil dalam mengolahnya,” ungkapnya.
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Teknis ini akan dilaksanakan di Samarinda , selama tiga hari, imulai tanggal 2 hingga 5 Juli, dengan jumlah peserta 55 orang berasal dari Samarinda,Bontang,Kutai Kartanegara,Kutai Timur,Kutai Barat menghadirkan nara sumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Badan Arsip Daerah Kaltim, serta Biro Organisasi Setda Prov Kaltim.(sar/hmsprov).
Berita Terkait