ASPIRASI OTSUS

Aspirasi masyarakat Kaltim terhadap tuntutan Otonomi Khusus (Otsus) terus mendapat dukungan. Kali ini datang dari Kabupaten Berau.

Murjani HAP, Tokoh Masyarakat Berau

Kami menuntut hak kami di daerah kepada pemerintahan pusat dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi-JK (Joko Widodo dan Jusuf Kalla). Tuntutan kami adalah Kaltim ini yang didalamnya ada Berau untuk diberikan perhatian yang lebih baik dan anggaran yang lebih besar.

Karena, kita selama ini sudah menyumbang yang begitu besar bagi pembangunan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi nasional dengan cara menguras habis sumber daya alam Kaltim. bayangkan, dari hutan yang sudah habis dan emas juga sudah tidak ada.

Sekarang minyak dan gas bumi serta batubara yang juga sudah mulai menipis bahkan nanti akan habis tetapi pembangunan Kaltim masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain khususnya Jawa dan Sumatera.

Tuntutan kami untuk memperoleh otonomi khusus bagi Kaltim tidak lain untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat yang juga untuk kemajuan Indonesia dan kesejahteraan rakyat Indonesia yangt berada di daerah khususnya di Kaltim.(yans/hmsprov)

Aida Syafriani, Tokoh Perempuan Berau

Saya ikut mendukung tuntutan rakyat Kaltim agar derah kita menjadi daerah otonomi khusus sesuai dengan kontribusi kita untuk NKRI. Karena, Kaltim ini telah banyak menyumbangkan hasil kekayaan sumber daya alamnya untuk kemajuan Indonesia.

Tetapi yang kita rasakan adalah pembangunan sangat lambat dan anggaran yang diberikanb pusat sangat sedikit apalagi jika dibandingkan dengan sumbangan kita kepada pusat yang bersumber dari eksploitasi hutan, minyak dan gas bumi serta batubara juga emas dan hasil bumi lainnya.

Bayangkan saja sejak merdeka hingga kini, masa jalan dari Samarinda ke Berau tidak pernah tuntas dibangunkan. Padahal, infrastruktur ini sangat pentingt bagi masyarakat selain u ntuk meudahan transportasi juga membuka daerah-daerah sentra pertanian.

Selain itu, jalan yang dibangun merupakan program nasional yakni jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan antar kabupaten dan kota dalam provinsi maupun antar provinsi. padahal, jalur tersebut banyak melewati kawasan potensial pertanian dan kawasan ekonomi rakyat. (yans/hmsprov)

Khairuddin, Ketua DPD KNPI Kaltim

Tuntutan untuk Kaltim Otonomi Khusus (Otsus) memang sangat panjang perjuangannya. Karena itu, perlu adanya dukungan seluruh komponen masyarakat untuk mendukung ini, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan pemuda, sehingga tujuan capaian otsus betul-betul dapat terwujud.

Rakyat Kaltim harus bersatu, jangan berjalan masing-masing. Karena itu, perjuangan ini harus dilakukan secara bersama-sama. Kami mengimbau masyarakat dapat mendukung gerakan ini. Setelah adanya kekompakan ini, kami berharap Pemerintah Pusat dapat mendengar aspirasi maupun keluhan masyarakat Kaltim.

Karena sampai saat ini masyarakat Kaltim masih sangat dimarginalkan Pemerintah Pusat. Kami berharap Pemerintah Pusat bisa melihat sejauh mana perkembangan pembangunan di daerah ini dan apa yang telah dilakukan Pemerintah Pusat untuk masyarakat Kaltim.(jay/hmsprov) 

Mujahid, Presiden BEM Unmul Kaltim

Kaltim saat ini masih banyak kekurangan, terutama perkembangan pembangunan infrastruktur, baik jalan, bandara hingga pelabuhan. Dengan adanya tuntutan masyarakat tentang otonomi khusus (Otsus) diharapkan Pemerintah Pusat dapat terbuka kepada Pemerintah Daerah Kaltim tentang program pembangunan di daerah.

Saat ini Pemerintah Pusat tidak terbuka dengan daerah. Kami menilai Pemprov Kaltim telah berupaya untuk melakukan gerakan ini secara konstitusional. Karena itu, Pemerintah Pusat diharapkan dapat mendukung tuntutan aspirasi masyarakat ini.

Dengan adanya aspirasi ini, maka Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mulawarman siap mengawal pergerakan ini di masyarakat.(jay/hmsprov)

H Saga

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Berau

Saya bersama seluruh warga masyarakat Berau sangat mendukung tuntutan Kaltim menjadi daerah berstatus otonomi khusus, sebab, sejak kemerdekaan kita secara sukarela bergabung dengan NKRI dan sumbner daya alam dikuras untuk Indonesia.

Namun yang kita rasakan hingga saat ini sulit untuk memajukan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di daerah, sementara dari tahun ke tahun sumber daya alam semakin menipis dan pada saatnya nanti akan habis.

Terbukti pembangunan infrastruktur khususnya jalan-jalan antar kabupaten dan kota atau sarana aksesibilitas juga jembatan dan pelabuhan laut masih tertinggal. Anggaran yang kita setorkan ke pusat sangat besar tetapi danan yang kembali sangat sedikit sehingga sulit untuk menuntaskan pembangunan.

Tuntutan otonomi khusus ini sangat penting dan kita semua di daerah harus kompak dan bersatu menyuarakan bahkan memperjuangkannya, semoga pemerintah pusat mau membuka mata hatinya untuk melihat bagaimana kemajuan Kaltim ini juga untuk kemajuan Indonesia. (yans/hmsprov)

Elita Herlina.

Anggota DPRD dan tokoh wanita Berau

Saya sebagai wakil rakyat dan tokoh wanita Berau merasa ikut bertanggungjawab untuk memperjuangkan kepentingan daerah terutama memperjuangkan otonomi khusus bagi Kaltim demi mewujudkan kemajuan Berau dan NKRI.

Aspirasi rakyat Kaltim yang berada di Berau ini juga aspirasi partai kami (Partai Golongan Karya) telah mengamanatkan kepada kami untuk memperjuangkan kepentingan daerah dan rakyat guna mencapai kesejahteraan dan kemajuan.

Keyakinan kami di daerah ini hendaknya direspon pemerintah pusat untuk menjadikan Kaltim sebagai daerah otonomi khusus, khususnya pemebrian  anggaran yang lebih besar sesuai aturan perundang-undangan demi kedaulatan NKRI dan kesejahteraan rakyat Indonesia.(yans/hmsprov)

 

 

Berita Terkait