Atas Komitmen Membina dan Mengembangkan Tradisi Kutai

Gubernur Dapat  Bintang Nugraha Agong dari Kesultanan Kutai

TENGGARONG – Pertama kalinya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan penghargaan Bintang Nugraha Agong kepada 10 kerabat kesultanan yang telah banyak membantu Sultan Kutai dalam mempertahankan dan melestarikan adat budaya Kesultanan Kutai.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang bergelar Awang Ngabehi Setia Negara menjadi salah satu kerabat Kesultanan Kutai Kartenagara Ing Martadipura yang mendapatkan Bintang Nugraha Agong. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Sultan Kutai Aji Muhammad Salehuddin II, di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Minggu (22/6) malam.

“Bintang ini baru pertama kali diberikan Sultan Kutai kepada kerabat, sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen mereka dalam membina dan mengembangkan tradisi Kutai,” ujar Menteri Sekretaris Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Haryanto Bachroel, Senin (23/6).

Bachroel yang bergelar Pangeran Harry Gondo Prawiro menambahkan, selain Gubernur Awang Faroek Ishak, kerabat kesultanan lain yang mendapatkan penghargaan diantaranya Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang bergelar Raden Among Surawati dan Pakar Ekonomi dari Universitas Mulawarman, yakni Dr Adji Raden Sofyan Effendi.

Dalam pemberian gelar dan penganugerahan Bintang Nugraha Agong, lanjut dia, juga ditampilkan untuk pertama kalinya tarian Topeng Keraton Kutai bernama Gunung Sari. Tarian ini sudah lebih dari seperempat abad tidak pernah ditampilkan dalam setiap acara keraton dan pada kesempatan ini akhirnya bisa ditampilkan.

“Ini momen yang sangat luar biasa karena lebih dari 25 tahun tidak pernah ada yang melihat langsung tarian ini dan pada pemberian gelar serta penghargaan Bintang Nugraha Agong akhirnya tarian ini kembali ditampilkan,” tambahnya.

Selain itu, dalam rangkaian Erau and International Folk Art Festival (EIFAF) 2014, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga memberikan gelar kepada tokoh nasional maupun daerah yang dianggap berjasa dalam upaya membina dan melestarikan kebudayaan Kutai.

Gelar tersebut diantaranya diberikan kepada Kepala Disperindagkop Kaltim H Mohammad Djaelani sebagai Kepala Adat Kehormatan  Tanjung Isuy dengan gelar Raden Tumenggung Muda, yang diharapkan bisa membantu melestarikan Budaya Tunjung di Tanjung Isuy.

Sejumlah gelar tersebut diberikan berbarengan dengan gelar yang diberikan kepada Menpora Roy Suryo, Wamen PAN-RB Eko Prasojo, Kepala BNBP Samsul Muarif  dan Anggota DPR RI Abdul Azis yang bergelar Pangeran Merto Negoro.

Dalam kesempatan itu, H Mohammad Djailani mengucapkan terimaksih atas kepercayaan kepala adat dan seluruh warga Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang yang   telah mengangkat dirinya sebagai Kepala Adat Kehormatan Tanjung Isuy.

Dengan kepercayaan tersebut, dia bertekad untuk terus mempertahankan dan mengembangkan adat-istiadat serta budaya daerah, sebagai bentuk kekayaan khasanah budaya bangsa.

“Sebagaimana budaya di sejumlah daerah lain. Kebudayaan di Kaltim, khususnya yang berasal dari Kutai juga harus kita lestarikan, sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari khasanah budaya bangsa di nusantara ini,” ujarnya.(her/sul/es/hmsprov).

 

////FOTO : Sultan Kutai Aji Muhammad Salehuddin II mengalungkan penghargaan berupa Bintang Nugraha Agong kepada Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang dinilai berjasa dalam pelestarian Budaya Kutai.(syaiful/humasprov)

 

Berita Terkait