Awang : Janji Saya Telah Terwujud

* Malam Syukuran Provinsi Kaltara


BULUNGAN-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak merasa bangga, karena perjuangan yang dilakukan selama memimpin Kaltim bersama Wagub Farid Wadjdy tidak sia-sia. Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.  
“Alhamdulillah, sejak 2008 berdasarkan janji saya di Lapangan Agatis, bahwa saya akan berjuang sekuat tenaga agar mewujudkan Provinsi Kaltara. Kita harus bersyukur karena perjuangan ini akhirnya menuai hasil yang baik,” kata Awang Faroek Ishak di hadapan ribuan masyarakat Bulungan pada malam syukuran Provinsi Kaltara di Lapangan Agatis Bulungan, Selasa (7/5).
Menurut Awang, perjuangan ini berhasil diwujudkan berkat dukungan seluruh masyarakat Kaltara, khususnya Tim Percepatan Pemekaran Kaltara. Dia mengingatkan, bahwa tujuan dibentuknya provinsi tersebut adalah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memudahkan pelayanan publik di wilayah utara Kaltim.
Seorang gubernur tidak mungkin mampu melakukan pengendalian pelayanan publik, jika jumlah wilayah di daerah sangat luas. Karena itu, pemekaran provinsi ini sangat tidak berlebihan untuk membantu fungsi kontrol pemerintahan.
“Tugas utama pemerintahan Kaltara ke depan adalah bagaimana pelayanan publik bisa diberikan lebih baik lagi kepada masyarakat. Percepatan pembangunan diharapkan dapat dilakukan. Pemerataan pembangunan dapat diwujudkan. Apalagi, Kaltara terdiri dari empat kabupaten dan satu kota. Ke depan saya akan perjuangkan lagi status Kecamatan Sebatik menjadi kota, sehingga Kaltara akan bertambah daerahnya menjadi enam, yakni dua kota dan empat kabupaten,”  tegas Awang.  
Kaltara memiliki kawasan perbatasan  di Nunukan dan Malinau. Gubernur Awang Faroek menegaskan, Pemprov Kaltim tetap akan membantu operasional pemerintahan  Kaltara demi percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaltara dan perbatasan.  Karena itu, Pemprov Kaltim juga akan memperjuangkan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Infrastruktur jalan, pelabuhan laut dan bandar udara harus dibangun. Tidak boleh lagi ada kabupaten, kecamatan dan desa yang terisolir.
“Itu cita-cita kita bersama. Tanpa pembangunan infrastruktur tidak mungkin pemerintah bisa mensejahterakan rakyat. Termasuk kebutuhan dasar masyarakat di Kaltara harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan serta infrastruktur yang baik harus terpenuhi, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terwujud,” jelasnya.
Selain itu, terkait usulan Sebatik untuk ditingkatkan statusnya menjadi kota, diharapkan Pemerintah Pusat, khususnya anggota DPR dan DPD asal Kaltim mendukung rencana tersebut.
Sedangkan Pj Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyatakan, sejak ditetapkan sebagai Pj Gubernur, dirinya sudah bersiap untuk melaksanakan tugas yang diamanahkan.  Karena itu, dukungan masyarakat dan tokoh masyarakat sangat diharapkan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik.
“Saya mohon doa dan dukungan penuh seluruh masyarakat dan tokoh masyarakat Kaltara agar dapat menjalankan tugas selama setahun ini. Sehingga dapat mengantarkan Kaltara menjadi provinsi yang mandiri dan mampu melayani masyarakat sebaik-baiknya,” kata Irianto.
Syukuran tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan ternak dan paket-paket kebutuhan pertanian dan sosial oleh Pemprov Kaltim kepada Pemkab dan Pemkot di Kaltara secara simbolis. Malam itu, masyarakat dihibur penyanyi lagu kenangan yang legendaris, yakni Edi Silitonga dan Band Tipe-X. (jay/hmsprov). 

//Foto: BERHASIL. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Pj Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Bupati Bulungan Budiman Arifin dan para tokoh Utara lainnya. (jaya/humasprov kaltim),


 

Berita Terkait
Government Public Relation