Awang : Pengembangan TTG Harus Libatkan Dunia Usaha
Pembukaan Gelar TTG I Tingkat Provinsi Kaltim
 
SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) di kabupaten dan kota dapat melibatkan dunia usaha, baik kecil dan menengah, sehingga mampu berkembang dan sukses demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   
Pelaksanaan TTG dinilai mampu mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah, terutama petani dan nelayan. Karena dengan pemanfaatan teknologi tersebut akan memudahkan rakyat untuk meningkatkan pendapatan sehari-hari. 
“Saya berharap seluruh rakyat Kaltim dapat terus bekarya dengan berbagai inovasi untuk meningkatkan penghasilan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi tepat guna patut terus kita kembangkan, bahkan jika perlu libatkan dunia usaha,” kata Awang Faroek usai membuka Gelar TTG Tingkat Provinsi Kaltim I 2013 di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim, Kamis (22/8). 
Menurut dia, pengembangan TTG memang tidak bisa hanya dilakukan para petani maupun nelayan atau masyarakat kecil di daerah, tetapi juga perlu bantuan orang lain, terutama pemerintah di daerah. 
Pemprov Kaltim, sambung gubernur, terus berupaya mendukung inovasi yang dilakukan masyarakat. Karena itu, dukungan seharusnya tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga diperlukan dukungan swasta.  
“Dunia usaha yang saya maksud adalah pihak perusahaan, baik pertambangan dan perkebunan, sehingga apa yang dilakukan rakyat dapat terlaksana dengan baik dan sukses,” jelasnya. 
Awang menilai, saat ini ekonomi masyarakat di Kaltim lebih banyak mengandalkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, yaitu pertambangan dan migas. Karena itu, dengan adanya pengembangan TTG sangat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, karena pengembangan itu tidak perlu memanfaatkan hasil kekayaan alam di daerah.  
Sementara itu, Kepala BPM-PD Kaltim HM Jauhar Effendi mengatakan sasaran pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan TTG, yakni masyarakat pengangguran, putus sekolah dan keluarga miskin. Bahkan masyarakat yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah.  
“Kami berharap melalui pengelolaan TTG ini dapat dilaksanakan secara partisipatif, keterpaduan, mempertimbangkan potensi sumber daya lokal dan berwawasan lingkungan serta memberdayakan masyarakat setempat,” jelasnya. 
Jauhar menjelaskan, pengelolaan TTG juga diikuti dengan sukses pengembangan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di Kaltim. Terbukti, pada 2011 hanya terbentuk tiga unit Posyantek di Kaltim, namun sekarang meningkat menjadi 81 unit. Dalam kegiatan tersebut juga dikukuhkan Posyantek se-Kaltim yang dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (jay/hmsprov)
 
 
 
Berita Terkait