Awang : Rakyat Kaltim Hanya Menuntut Keadilan

Hadiri Gowes, Serukan Otsus

SAMARINDA - Sulit menemukan momen terlewatkan bagi Gubernur Awang Faroek Ishak untuk tidak menyoal otonomi khusus (otsus). Dalam setiap acara yang dihadirinya, Gubernur Awang Faroek selalu menempatkan otsus sebagai isu utama. Seruan otsus terus digaungkan gubernur dengan harapan lebih banyak pihak peduli dan mendukung perjuangan menuntut keadilan pusat tersebut.

Minggu pagi kemarin, kampanye otsus kembali digaungkan Gubernur Awang Faroek Ishak saat menghadiri Gowes Spektakuler dalam rangka hari ulang tahun Kaltimpost ke-27 yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim periode 2015 - 2020 di lapangan parkir Gor Segiri Samarinda.

"Kita sedang berjuang menuntut keadilan pusat untuk memberikan otonomi khusus bagi Kaltim. Sudah cukup lama kita bersabar dan sekarang saatnya kita bersatu dan lebih kompak. Mari bersama-sama berjuang demi rakyat Kaltim yang lebih sejahtera," seru gubernur disambut dukungan ribuan peserta yang membanjiri perhelatan Gowes Spektakuler.

Tuntutan otonomi khusus Kaltim tegas gubernur, sangat berbeda dengan gerakan yang dilakukan rakyat Papua dan Aceh. Tidak ada kekerasan dan cara-cara radikal. Tuntutan Kaltim akan diperkuat dengan alasan-alasan yang akan dituangkan dalam kajian akademis yang saat ini sedang dalam proses kerjasama para akademisi di Kaltim, maupun luar Kaltim.

Perjuangan rakyat Kaltim menuntut otsus akan lebih dititikberatkan pada ketidakadilan pusat, dimana Kaltim sebagai daerah penghasil devisa dari ekploitasi sumber daya alam menjadi penanggung resiko terbesar, sementara persentase pembagian ke daerah sangat tidak sebanding dengan luas Kaltim.

Infrastruktur sangat tertinggal dibanding daerah Jawa, yang bukan daerah penghasil migas dan batubara. Padahal resiko buruknya sudah pasti akan dialami warga Kaltim.

"Keadilan itulah yang kita tuntut, demi percepatan kemajuan Kaltim. Tanpa otsus, Kaltim akan lambat maju dan kita menjadi tidak berdaya saat sumber daya alam kita habis. Ini tidak boleh terjadi. Kita berjuang demi rakyat Kaltim, demi anak cucu kita," pekik gubernur dengan suara lantang.

Gubernur juga berharap dukungan wartawan yang tergabung dalam PWI Kaltim untuk berpartisipasi dalam perjuangan otsus. Dia pun berharap, para pengurus PWI Pusat yang hadir kemarin dapat membantu menyebarkan informasi kegelisahan rakyat Kaltim akibat ketidakadilan pusat yang kemudian menuntut otsus melalui pemberitaan media-media nasional. (sul/hmsprov)

Berita Terkait