Awang: 38 Persen Masyarakat Kalimantan Belum Nikmati Listrik

Rasio Elektrifikasi Kalimantan Masih Rendah

SAMARINDA – Melihat rasio elektrifikasi di Kalimantan yang masih rendah, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak selaku Koordinator Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK), mengatakan kebutuhan masyarakat terkait pasokan listrik harus segera dipenuhi.
“Sejak 2006 rasio elektrifikasi di Kalimantan sekitar 54,7 persen. Hingga 2012 rasio elektrifikasi mencapai angka 62,3 persen. Jadi saat ini ada sekitar 38 persen masyarakat Kalimantan belum mendapat pasokan listrik. PLN empat provinsi di Kalimantan harus dapat merealisasikan kekurangan pasokan listrik di Kalimantan, sehingga dapat menghapus stigma negatif yang berkembang saat ini,” ujar Awang Faroek, pekan lalu.
Awang Faroek menjelaskan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2011-2020 ditargetkan rasio elektrifikasi di Kalimantan sekitar 94,4 persen. Dengan rencana membangun pembangkit listrik untuk memenuhi pasokan listrik di Kalimantan dengan kapasitas 2.368 MW.
Adapun rinciannya adalah Kalbar 537 MW, Kalteng 479 MW, Kalsel 279 MW dan Kaltim 1.073 MW. Selain itu, juga perlu dilakukan pemenuhan energi yang mendesak, yakni membangun pembangkit listrik dan jaringan. Sedangkan untuk jangka menengah, dilakukan pembangunan PLTU dan PLTA baru, pembangunan jaringan transmisi, kajian energi baru terbarukan/EBT (nuklir), pengembangan dan pemanfaatan EBT.
“Jangka panjangnya kita harus melakukan pengembangan energi nuklir dan biofuel/biomassa, serta interkoneksi jaringan listrik Kalimantan,” jelasnya.
Menindaklanjuti pemenuhan energi khususnya listrik di Kalimantan, Awang Faroek mengungkapkan dalam waktu dekat FKRP2RK akan melaksanakan road show ke Presiden dan Wakil Presiden, serta kementerian dan lembaga terkait, dengan membawa usulan program prioritas pembangunan di Kalimantan.
Usulan program prioritas yang dimaksud, diantaranya adalah pemenuhan pembangkit tenaga listrik, jaringan transmisi dan gardu induk. Percepatan ijin pembangunan jaringan listrik di Hutan Lindung. Pembangunan jaringan gas kota (city gas). Pengembangan EBT khususnya PLTA di Kaltim (PLTA Tabang, PLTA Boh dan PLTA Kelay).
Awang Faroek menilai listrik merupakan kunci sukses MP3EI Koridor III Kalimantan. FKRP2RK segera menyusun dan memperjelas konsep lumbung energi yang tertuang dalam tema MP3EI Koridor III Kalimantan, serta menyusun Masterplan Percepatan Pemenuhan Energi Pulau Kalimantan.
“Kita harus bersama sama berjuang agar pembangunan pembangkit listrik dan jaringannya dapat segera terealisasi.  Disamping itu kita perlu lebih mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta mendorong investasi baik dari dalam dan luar negeri untuk pengembangan EBT di Kalimantan yang potensinya berlimpah,” ucapnya. (her/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak membuka segel meteran listrik disalah satu sebagai upaya pemerataan penggunaan energy listrik bagi masyarakat.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation