Awang Ajak Masyarakat Kenang Perjuangan Gubernur Terdahulu

Malam Resepsi HUT Provinsi ke 58

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak seluruh masyarakat dan pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim serta jajaran instansi vertikal di Kaltim untuk mengenang jasa-jasa para Gubernur Kaltim terdahulu. Karena, dari perjuangan para pendahulu Kaltim mampu maju seperti saat ini.

Melalui HUT Provinsi ini diharapkan seluruh masyarakat maupun jajaran pegawai Pemprov Kaltim dan instansi vertikal untuk bersatu membangun daerah, sehingga pelaksanaan program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat dapat terwujud.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu kita, terutama para gubernur sebelum saya. Dengan mengenang jasa mereka, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada kita semua untuk membangun Kaltim lebih baik secara bersama-sama,” kata Awang Faroek Ishak di hadapan ratusan undangan malam resepsi HUT Provinsi Kaltim ke-58 di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat malam (9/1).

Awang menceritakan banyak perjuangan para gubernur terdahulu. Contoh, dari Gubernur Kaltim pertama Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto yang merupakan gubernur asli orang Kutai yang dipercaya pemerintah pusat untuk memimpin Kaltim 1957-1959. Hampir bersamaan, Aji Pangeran Afloes yang juga pejabat asli Kutai diangkat menjadi gubernur pertama Kalimantan Barat 1957-1958.

Pada jaman Gubernur APT Pranoto perkembangan pembangunan memang tidak banyak. Selain terbatas anggaran juga kondisi geografis yang sangat luas juga menjadi permasalahan tersendiri.

Kemudian dilanjutkan Gubernur Kaltim kedua IA Moeis dan yang ketiga A Moeis Hasan. Di era IA Moeis dan A Moeis Hasan Kaltim juga belum bisa melakukan pembangunan infrastruktur yang diharapkan masyarakat, karena ketika itu alokasi APBD masih sangat mimim. Bahkan untuk membayar gaji pegawai saja kadang kala harus ngutang dengan pengusaha.

Perkembangan pembangunan mulai terlihat ketika jaman Gubernur Kaltim Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) 1967-1978. Ketika itu booming usaha perkayuan. Namun hal itu belum membuat Pemprov Kaltim berbuat banyak membangun daerah ini. Uang Kaltim masih banyak 'menguap' ke Jakarta dan daerah lain di Jawa.

Namun demikian, Awang memuji kepemimpinan AWS. Meski memiliki anggaran terbatas, namun AWS mampu membangun komplek Voorvo dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), yang saat ini sudah menjadi rumah sakit tipe A. Perjuangan AWS ini menurut Awang patut diacungi jempol.

Geliat pembangunan Kaltim mulai terlihat, ketika kepemimpinan Gubernur Kaltim Suwarna 1998-2006. Banyak kemajuan pembangunan saat itu antara lain Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda dan Stadion Utama Palaran serta Islamic Center, meskipun dengan alokasi anggaran APBD Murni.

“Dari sekian Gubernur Kaltim yang terdahulu saya berharap semua masyarakat dapat mengenang apa yang telah mereka lakukan untuk daerah ini, sehingga saat ini kita semua bisa menikmati perkembangan pembangunan yang lebih baik. Karena itu, ke depan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik, diharapkan seluruh rakyat maupun pemerintah serta pengusaha saling bekerjasama, sehingga pembangunan yang lebih baik dapat terwujud,” harapnya.Acara resepsi  kian ramai ketika Idang Rasjidi dan Mus Mujiono tampil menggebrak  dengan tembang-tembang lawas era 90-an. (jay/sul/hmsprov)     

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak turut larut dalam kegembiraan pada Malam Resepsi HUT Provinsi ke 58. (fajar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait