Awang: BSM Hidari Anak Putus Sekolah

Awang: BSM Hidari Anak Putus Sekolah

BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, pemberian Bantuan Suswa Miskin (BSM) dimaksudkan untuk membantu meringankan beban biaya dari keluarga miskin dan kurang mampu agar anak-anak mereka dapat tetap bersekolah, terhindar atau terancam dari putus sekolah. Mereka dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, dan sebagainya.

”Dengan diberikannya beasiswa ini, diharapkan anak-anak di Kaltim semuanya dapat bersekolah, sehingga beberapa tahun kemudian mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang memadai, serta dapat memasuki strata sosial yang lebih baik,” ujar Awang di sela acara Pemantauan Atas Penyaluran BSM bagi siswa di Kaltim di Dome Balikpapan Convention Center, Jumat (21/2).

Diungkapkan, penduduk miskin di Kaltim dari tahun 2010 sampai tahun 2013 memperlihatkan perkembangan angka yang signifikan. Pada tahun 2010 jumlah penduduk miskin 243.000 orang (7,66%), tahun 2011 meningkat 247.900 orang (6,77%), tahun 2012 naik menjadi 253.340 orang (6,68%), dan berdasarkan data statistik BPS Kaltim pada tahun 2013 turun menjadi 237.960 orang (6,06%).

”Dalam rangka membantu keluarga miskin, maka Pemerintah memberikan Bantuan Siswa Miskin (BSM) khususnya untuk siswa SMA/MA dan SMK. Sementara itu, untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs Pusat memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Nasional,”  jelas Awang.

Pada bagian lain Gubernur mengatakan, Pemprov Kaltim dan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota sejak tahun 2009 telah bersepakat untuk mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20% dalam APBD masing-masing telah bersepakat untuk melaksanakan Wajib Belajar 12 Tahun.

Selain itu, memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dengan harapan pendidikan bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas dan semua lapisan masyarakat karena menjadi lebih murah bahkan gratis, namun tetap berorientasi kepada kualitas pendidikan dan lulusan. Program pendidikan ini dikenal dengan nama Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata dan Prestasi Gemilang).

Sejak tahun 2010, Pemerintah Kaltim dan Kabupaten/Kota, disamping memberikan dana BOSDA, juga memberikan beasiswa untuk puluhan ribu warga Kaltim. Jumlah sasaran beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kaltim terus meningkat setiap tahunnya.

Untuk tahun 2010 diberikan untuk 30.458 orang siswa SD/MI dan 9.433 orang siswa SMA/MA, tahun 2011 31.016 siswa SD/MI dan 2.996 siswa SMA/MA. Tahun 2012 sebanyak 95.366 siswa SD/MI, 271 siswa SMP/MTs dan 640 siswa SMA/MA, tahun 2013 sebanyak 54.898 siswa SD/MI, 2.473 siswa SMP/MTs dan 2.848 siswa SMA/MA, sedangkan untuk tahun 2014 sasaran penerima beasiswa sebanyak 26.521 siswa SD/MI dan 79.908 siswa SMA/MA.

Dikatakan pula, pembangunan adalah proses perubahan dan pe-ningkatan segala bidang kehidupan menuju masyarakat yang sejahtera, bermoral, dan demokratis. Melalui proses pembangunan diharapkan jumlah penduduk miskin dan kurang mampu dapat dikurangi. Salah satu indikator kunci keberhasilan pembangunan adalah semakin menurunnya jumlah penduduk miskin. Hal ini menjadi fokus pembangunan di Kaltim pada periode 2008 - 2013 yang lalu, dan dilanjutkan pada periode 2013 - 2018.(yans/hmsprov)

BPK PANTAU BSM. Badan Pengawas Keuangan (BPK) melakukan kegiatan pemantauan atas penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi siswa di Kaltim di Dome Balikpapan Convention Center, Jumat (21/2). Tampak Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kedua dari kiri) bersama Ketua Badan Pengawas Keuangan (BPK) Prof Rizal Jalil (keempat dari kiri) dan ketika Gubernur menyerahkan secara simbolis BSM kepada siswa penerima. (masdiansyah/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait