Awang: Dukung Peningkatan Kualitas Keimanan dan SDM

 Peresmian dan Pentahbisan GPdI Samarinda

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengharapkan keberadaan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Beth Tephillah Samarinda mampu berperan aktif dalam upaya bersama meningkatkan kualitas keimanan dan sumber daya manusia Kaltim.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur saat  peresmian dan pentahbisan GPdI Beth Tephillah Samarinda, Selasa (15/7). Menurut Awang, peningkatan kualitas keimanan umat beragama khususnya jemaat GPdI Beth Tephillah akan berdampak positif pada peningkatan kualitas SDM di daerah.

“Tentunya kualitas SDM umat bagian dari masyarakat Kaltim menjadi lebih baik,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan pembinaan iman dan peningkatan SDM melalui pendidikan agama menjadi satu perhatian prioritas dalam pembangunan di Kaltim. Pemprov dalam pembangunan di bidang keagamaannya menekankan pada empat program strategis.

Yaitu peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama dan pembinaan kerukunan antar umat beragama. Peningkatan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan serta mengawal akhlak dan moral bangsa.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, Pemprov Kaltim mendorong peran rumah ibadah seperti halnya gereja dan lembaga-lembaga keagamaan serta pimpinan dan anggota untuk meningkatkan pelayanan, bimbingan dan pembinaan kepada umat.

Peran gereja sangat penting dalam memberikan kesadaran agar dapat melaksanakan ajaran agama dengan baik dan mampu membentengi diri agar terhindar dari perbuatan yang dilarang agama maupun perbuatan buruk akibat pengaruh budaya asing yang bersifat negatif.

 “Menyangkut kerukunan atau toleransi dalam kehidupan beragama, kita menyadari bahwa kerukunan merupakan kondisi yang penting diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat,” ungkap Awang.

Selain itu, tidak boleh dilupakan bahwa prinsip dasar kerukunan dan toleransi beragama telah tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama yang diyakininya.

Sehubungan dengan peresmian dan pentahbisan GPdI  Beth Tephillah Samarinda ini, Gubernur mengimbau hendaknya bimbingan dan layanan pada umat semakin meningkat, sehingga umat merasa tenteram, terayomi dan keimanan bertambah kokoh.

Selain itu, adanya GPdI Beth Tephillah tercipta harmonisasi di lingkungan masyarakat dan wilayah masing-masing. Terutama untuk mencegah munculnya berbagai pertentangan, baik yang bernuansa politik, ekonomi maupun SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).

Karena hal itu  lanjut Awang akan berdampak negatif bagi kedamaian dan ketenteraman hidup di dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Terus tumbuhkembangkan rasa kebersamaan, kekompakan dan gotong-royong,” harapnya.

Sehingga tercipta situasi aman, tertib dan damai sebagai syarat sukses pembangunan di Kaltim. “Semoga tahap demi tahap pembangunan yang sudah maupun sedang dan akan kita laksanakan dapat terwujud sesuai harapan dan cita-cita kita bersama,” ungkap Awang Faroek.

Sementara itu Ketua Panitia Pentahbisan Marten Apuy menyebutkan rampungnya pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia Beth Tephillah Samarinda selain bersumber dari swadaya jemaat juga berkat dukungan Pemprov Kaltim yang mencapai Rp3 miliar.

Tampak hadir Danrem 091 ASN Brigjen TNI Nono Suharsono dan Kepala Kanwil Kemenag Kaltim H Saifi, Ketua FKPMKT H Yos Soetomo. Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Markus Wahari dan Gembala Sidang GPdI Samarinda Ruddy Tumbel. (yans/sul/hmsprov)

Berita Terkait