Awang Faroek Ishak di Mata Para Sahabat

Selain meluncurkan buku berjudul  “Teladan Dari Timur”  pada kesempatan yang sama, Gubernur Awang Faroek Ishak juga meluncurkan satu buku yang lain berjudul “Awang Faroek Ishak Di Mata Para Sahabat”. Dari buku edisi ketiga ini, Gubernur Awang Faroek mendapat piagam penghargaan Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk buku biografi dengan nara sumber terbanyak dan buku biografi tertebal.
Penghargaan MURI ini sekaligus menandakan bahwa, sosok Awang Faroek Ishak bisa diterima oleh semua kalangan. Awang Faroek adalah figur pemimpin yang sangat dekat dan terbuka dengan rakyat, tetapi juga memiliki jaringan yang luas di level nasional maupun internasional.
“Kalau dihitung-hitung, buku ini disusun dalam waktu 15 tahun. Dua kali penerbitan pada masa periode saya menjadi Bupati Kutai Timur dan satu edisi lagi saat saya hampir menyelesaikan tugas periode pertama menjadi gubernur. Dari buku ini, anda bisa lihat banyak sahabat saya, bukan hanya pejabat negara, tokoh politik, tapi juga masyarakat di kampung-kampung,” ungkap Awang.
Dia menjelaskan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau menerima kritik, sehingga dengan kritik itu, seorang pemimpin bisa melakukan berbagai perbaikan.
“Kritikan menjadi potret bagi saya, mana yang sudah baik mana yang belum. Yang belum baik kita perbaiki, yang sudah baik, kita buat menjadi lebih baik lagi. Begitu seterusnya. Kritik itu sangat berguna karena kritik itu sesungguhnya adalah kritik bagi saya,” pungkas Awang.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam peluncuran dua buku Gubernur Awang Faroek tersebut diantaranya mantan Direktur Bank Indonesia Anwar Nasution, mantan Ketua MK Mahfud MD, pengusaha kondang Indonesia dan mantan menteri era Soeharto, Tanri Abeng dan tokoh Partai Golkar, Akbar Tanjung. Sejumlah mantan petinggi TNI dan Polri yang merupakan sahabat-sahabat Gubernur Awang Faroek Ishak juga hadir dalam peluncuran buku tersebut. (sul/hmsprov)

///FOTO :
Dr H Awang Faroek Ishak menerima sertifikat Rekor Muri terkait buku “Awang Faroek Ishak Di Mata Para Sahabat”. Dari buku edisi ketiga ini, Gubernur Awang Faroek mendapat piagam penghargaan Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk buku biografi dengan nara sumber terbanyak dan buku biografi tertebal.(samsul/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation