Awang Faroek Satu-Satunya Gubernur Penerima Penghargaan

Peringatan HUT ke-68 Kementerian Hukum dan HAM

 

JAKARTA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang diwakili oleh Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menerima Penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Amir Syamsudin  dalam rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 (Hari Dharma Karya Dhika) Kementerian Hukum dan HAM di Halaman Gedung Utama Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (30/10).

Sementara itu, untuk kategori lain, Menteri memberikan penghargaan kepada Kanwil Hukum dan HAM  Terbaik 2013 yang diraih Kanwil Jawa Tengah sebagai terbaik pertama, terbaik kedua Kanwil Sumatera Selatan dan ketiga Kanwil Sumatera Barat.

Penghargaan untuk Gubernur Kaltim menjadi satu-satunya untuk katergori Gubernur dari 33 provinsi di Indonesia saat ini. Karena itu menurut Wagub Farid Wadjdy penghargaan tersebut patut disyukuri sekaligus sebagai kepercayaan yang sangat membanggakan.

Penghargaan diberikan karena Kementerian Hukum dan HAM menganggap Gubernur Kaltim berjasa besar dalam berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM.

”Pemprov Kaltim memang sangat konsen terhadap pembangunan dalam segala bidang dengan menggerakkan seluruh kekuatan, lembaga, instansi – termasuk vertikal dan lembaga otonomi. Jangan sampai ada ketimpangan, tidak terkecuali di bidang hukum dan HAM. Kita sangat memahami anggaran belanja dan pendapatan negara sangat terbatas, namun di satu sisi kita tidak bisa membiarkan terjadinya kekurangan fasilitas sarana-prasarana,” kata Farid usai menerima penghargaan tersebut.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Pemprov Kaltim membantu dan memberikan dukungan pada Kememeterian Hukum dan HAM. Sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan dan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan.

Farid memberikan gambaran, terkait dukungan Pemprov seperti pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (LP) baru di Desa Bayur Samarinda karena tingkat hunian LP dan Rutan yang melebihi kapasitas.

Begitu pula LP dan Rutan di daerah lain, juga akan dibangun. Selain itu Pemprov Kaltim juga aktif dalam penanggulangan penyalahgunaan Narkoba, serta cepat tanggap terhadap permasalahan konflik etnis di Tarakan, Kutai Barat dan daerah lainnya, sehingga Kaltim kini tetap dalam keadaan aman dan kondusif.

”Jelasnya, dalam membangun kita perlu keterpaduan antar instansi baik daerah maupun vertikal. Karena itu kita juga membantu Kanwil Anggaran, BKKBN, Kanwil Agama dan lainnya, sebab apa yang mereka kerjakan pada dasarnya adalah untuk masyarakat Kaltim,” ujar Farid.

Menhukum HAM Amir Syamsudin mengutarakan berbagai capaian pembangunan bidang hukum dan HAM. Saat ini di kementeriannya terdapat 43.886 pegawai yang bertugas pada 798 satuan kerja baik yang ada di Pusat maupun di Daerah dan di Luar Negeri.

Tidak luput dari perhatian Menteri adalah mengenai korupsi yang dianggap sebagai bahaya laten yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Oleh sebab itu, kita berkomitmen bahwa korupsi harus diperangi dan tidak boleh lagi terjadi karena korupsi akan menghancurkan bangsa ini,” katanya.

Pihaknya berusaha optimal melakukan perbaikan melalui sistem pengawasan internal. ”Berbagai bentuk pelanggaran dan penyimpangan telah ditindaklanjuti secara cepat melalui pemberian sanksi tegas,” tandasnya. (ri/hmsprov).

///FOTO : MEMBANGGAKAN. Wagub H Farid Wadjdy saat menerima penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Amir Syamsudin. (hadri/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation