Awang Faroek Usulkan PLN Kaltim Mandiri
Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Listrik Kaltim 
 
BALIKPAPAN - Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan Pemprov Kaltim dalam lima tahun terakhir terus berupaya memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang juga kian naik dari tahun ke tahun.
Seiring dengan upaya keras tersebut, secara bertahap pemenuhan kebutuhan listrik bisa diatasi, namun laju pertumbuhan ekonomi Kaltim yang begitu cepat membutuhan upaya lebih keras agar pasokan energi listrik segera terpenuhi sebagai salah satu jaminan bagi investor di daerah ini.
 Harus diakui, sebagai salah satu daerah penghasil gas dan batu bara terbesar di tanah air, tetapi listrik di Kaltim masih belum tercukupi. Hal ini dipengaruhi oleh monopoli listrik yang dilakukan oleh PLN.
Karena, ketika ingin membangun power plant yang menggunakan tenaga batu bara dan gas, tetapi daerah selalu kesulitan mendapatkan ijin dari PLN. Demikian halnya, rencana pembangunan PLTA di Bulungan dan Malinau dengan kapasitas 1.300 MW oleh investor dari Cina. Tetapi kurang mendapatkan dukungan dari PLN, karena masalah pembangunan jaringan yang membutuhkan biaya besar.
“Pada momentum ini secara tegas saya mengusulkan, bolehkah PLN Kaltim berdiri sendiri? Seperti halnya Batam. Juga Tarakan. Jika Batam dan Tarakan bisa, kenapa Kaltim tidak? Bahkan saya mengajak tiga gubernur lainnya di Kalimantan, untuk bersatu membangun power plant besar kita akan cukupi kebutuhan kalimantan dan kami akan mengirim listrik untuk kebutuhan Pulau Jawa,” tegas Awang Faroek.
“Cadangan gas dan batu bara Kaltim bisa dimanfaatkan oleh seluruh daerah di Indonesia, tetapi jangan lupa Republik Indonesia tanpa Kaltim bukanlah Republik Indonesia namanya,” ujar Awang.
Pelajaran dari beberapa daerah dengan basis ekonomi pertambangan serta SDA tidak terbarukan menunjukkan bahwa pada saat sumber daya tambang sudah mulai habis, nilainya semakin tidak ekonomis, maka pengangguran akan merajalela, terjadi gejolak sosial, serta permasalahan lingkungan. Karena itu, Kaltim harus mempersiapkan langkah antisipati untuk menghindari berbagai resiko ini.
Awang Faroek berharap strategi Kebijakan Transformasi Ekonomi Pasca Migas dan Batu Bara menuju Visi Kaltim Maju 2030 selayaknya dibangun bersama dan disepakati oleh seluruh masyarakat Kaltim untuk selanjutnya dilaksanakan secara konsisten.
Pada kesempatan itu, turut hadir selaku keynote speech diantaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang menyampaikan paparan “Potensi Kawasan Industri Pariwisata Derawan sebagai Destinasi Wisata Internasional”. Serta, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya  Mineral (ESDM) Susilo Siswo Utomo dengan paparan “Kebijakan Energi Migas dan Batu Bara”. (timhumas/hmsprov).
 
///Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Ketua DPRD Kaltim H Syahrun dan Plt Sekprov Rusmadi pada pembukaan perhelatan Kaltim Summit II tahun2013.(timhumasprov kaltim)
 
 
Berita Terkait
Government Public Relation