Awang: Guru Penuh Tanda-tanda Jasa

ACARA PUNCAK. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam rangkaian acara puncak HUT ke 72 PGRI dan HGN 2017. (seno/humasprov kaltim).

 

SAMARINDA - Ada yang mengungkapkan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi, tidak menurut pandangan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. Awang mengatakan guru penuh tanda-tanda Kehormatan. Karena di tangan guru dan tenaga kependidikan masa depan bangsa menjadi taruhannya.

 

Melalui peserta didik, mulai sekolah umum hingga pesantren. Guru berperan penting membangun bangsa. Menurut Awang tidak ada sosok orang sukses tanpa sentuhan seorang guru. "Karena itu, banyak peran guru yang tanpa diketahui telah berhasil membentuk SDM berkualitas. Kita berhasil hingga saat ini, semua adalah berkat kegigihan guru yang ikhlas memberikan ilmunya kepada kita," kata Awang Faroek Ishak saat menghadiri dan menjadi inspektur upacara puncak peringatan HUT ke 72 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (21/11).

 

Momentum HUT ke 72 dan HGN tahun ini diharapkan menjadi motivasi bagi guru untuk terus berkarya, guna mencetak generasi penerus bangsa berkualitas, berkarakter yang dibutuhkan bangsa dan negara. Dengan pembinaan dan pendidikan yang diberikan para guru diharapkan negara khususnya daerah ini, selain mencetak penerus bangsa berkualitas juga mencetak SDM yang memiliki kecerdasan dan keterampilan, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

"Selain itu semua, diharapkan guru dapat mencetak generasi penerus bangsa yang siap berkompetisi di era reformasi saat ini. Karena itu, jika banyak mengatakan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi menurut saya guru memiliki tanda-tanda jasa yang tidak akan dilupakan bangsa ini," jelasnya.

 

Awang mengatakan pertumbuhan dunia pendidikan di Kaltim dinilai terus sukses seiring meningkatnya pertumbuhan pembangunan manusia. Terbukti sejak 2009 secara nasional indeks pembangunan manusia (IPM) Kaltim peringkat ketiga dari 34 provinsi. Sedangkan indeks kepuasan konsumen secara nasional Kaltim mendapat skor 78 persen yang merupakan skor tertinggi secara nasional. Di mana salah satu sektor tertinggi tersebut adalah di bidang pendidikan. "Semua itu berkat kerja bersama pemangku kepentingan di Kaltim termasuk guru," jelasnya.

 

Selain itu, Awang menegaskan Pemprov Kaltim saat ini terus melakukan pembangunan, tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga membangun SDM berkualitas. Karena itu, banyak kemajuan yang dicapai para guru diberbagai kabupaten/kota se Kaltim. "Selanjutnya, ke depan diminta PGRI agar tetap mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena masa depan bangsa ada digenerasi muda yang kini di bangku usia dini hingga perguruan tinggi," jelasnya. Di mata pemerintah pendidikan semua sama. Baik negeri dan swasta. Pemerintah tetap konsiten memberikan perhatian terhadap bidang pendidikan. Pemerintah tidak pernah lupa dengan guru. Awang menegaskan tidak ada mantan guru hingga akhir hayat.(jay/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait