Awang: Jangan Ada Paham Radikal di Kaltim

Awang: Jangan Ada Paham Radikal di Kaltim

 

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar jangan ada paham radikal di Kaltim, apalagi ada upaya untuk memperkeruh atau mengadudomba antar pemeluk agama. Karena itu, setiap masjid diharapkan dapat menolak khatib yang memiliki pemahaman radikal, sehingga dapat membawa umat muslim ke jalan yang sesat, seperti yang dilakukan Islamic State of Iraq (ISIS).

Kedamaian yang ada selama ini di daerah diharapkan dapat terus terbangun dengan baik. Kondusifitas daerah juga sangat baik. Karena itu, siapa saja masyarakat yang mengetahui ciri-ciri orang atau kelompok yang memiliki paham radikal atau mengarah pada ISIS dapat melaporkan kepada pihak berwajib.

“Kita tolak khatib-khatib yang mempunyai pemikiran radikal di masjid-masjid. Sehingga tidak ada pemikiran tentang ISIS masuk di daerah ini. Jadi, kita harus waspada dengan hal-hal seperti itu, apalagi pemahaman yang membuat kerukunan umat beragama di Kaltim menjadi terprovokasi,” kata Awang Faroek Ishak baru-baru ini.

Menurut dia, dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kaltim, maka perlu dilakukan antisipasi secara dini berbagai permasalahan dan gejolak sosial yang berpotensi menjadi konflik. Terlebih Provinsi Kaltim dengan 10 kabupaten/kota memiliki berbagai macam etnis yang hidup membaur.

Selama ini Kaltim sudah sangat kondusif. Karena itu, masyarakat  diminta untuk  tetap menjaga kerukunan hidup dan tetap harmonis. Demikian pula, masyarakat juga diminta agar selalu  waspada  terhadap setiap permasalahan sosial yang mungkin akan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Setiap permasalahan sosial yang muncul, jangan disikapi dengan menonjolkan derajat dan kehebatan suatu suku atau agama dengan suku atau agama lainnya. Tetapi hiduplah secara harmonis, rukun, penuh toleransi, gotong-royong dan saling menghormati,” jelasnya.

Selain itu, Awang mengatakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 9  Desember 2015 telah berjalan dengan baik, namun demikian seluruh masyarakat harus tetap dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan. Toleransi  yang selama ini sudah terjalin dan terbangun dengan baik hendaknya selalu dijaga  bahkan ditingkatkan terutama setelah Pemilukada.

“Perbedaan pendapat dan pilihan tidak harus membuat kita mudah berselisih paham apalagi bertengkar. Selama ini kita sudah berhasil membangun semangat kebersamaan dan toleransi yang baik. Jika masyarakat melakukan hal-hal yang kontraproduktif, maka hanya akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi semua pihak,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation