Awang: Kaltim Komit Dukung Kemajuan Kaltara

Raker Bupati dan Walikota se-Kaltara

 

TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru berusia 10 bulan untuk pertama kalinya menggelar rapat kerja (Raker) bupati dan walikota se-Kaltara, Rabu (19/2). Menariknya, Raker yang dipimpin Pj Gubernur Kaltara Dr Irianto Lambrie tersebut juga dihadiri Gubernur Kaltim, Pangdam VI Mulawarman,   Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim dan pejabat Polda yang mewakili Kapolda Kaltim.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan Pemprov Kaltim akan tetap  memberikan dukungan kepada Provinsi Kaltara hingga memiliki gubernur dan wakil gubernur serta anggota DPRD Provinsi definitif. Selain memberikan dukungan dalam bentuk bantuan dana hibah kepada Kaltara, Pemprov Kaltim juga akan melanjutkan proyek-proyek multiyears yang saat ini sudah berjalan.

“Provinsi Kaltara akan terus kita dukung. Kaltara harus berkembang dan sejajar dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Selain dengan bantuan dana hibah, proyek-proyek strategis multi years yang sudah berjalan juga akan kita lanjutkan. Pemprov Kaltim akan tetap memberikan bantuan program untuk Kaltara,”   tegas Awang Faroek disambut riuh peserta Raker.

                Gubernur Awang Faroek mengungkapkan, meski saat ini empat kabupaten dan satu kota telah menjadi bagian dari Provinsi Kaltara, perhatian Pemprov Kaltim tidak akan berkurang untuk mendukung pembangunan Kaltara, termasuk untuk membangun daerah perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

                Alokasi dana pembangunan tetap akan dikucurkan untuk pembangunan Kaltara. Oleh sebab itu, Gubernur Awang Faroek meminta agar para bupati dan walikota agar tidak berpikir negatif bahwa Pemprov Kaltim akan mengabaikan kabupaten dan kota di Provinsi Kaltara.

Selama dua tahun hingga terpilihnya gubernur dan wakil gubernur definitif serta anggota legeslatif Provinsi Kaltara, maka Pemprov Kaltim akan tetap melakukan pembinaan termasuk memberikan bantuan-bantuan program dan melanjutkan proyek-proyek tahun jamak.

                “Saya selalu ingin berlaku adil. Tapi mohon dimengerti bahwa penentuan anggaran itu bukan hanya gubernur,  sebab masih ada anggota DPRD. Sementara untuk dukungan APBN, kita juga perlu dukungan wakil Kaltim di DPR RI dan DPD RI,” tegas Awang.

                Sebagai bukti keseriusan untuk membangun Kaltara, Gubernur Awang Faroek pun menyebutkan bahwa dirinya akan selalu siap memberikan bantuan pemikiran demi kemajuan Kaltara.

“Saya akan selalu siap menerima konsultasi dari para pejabat Kaltara, termasuk para bupati dan walikota Kaltara. Bahkan jika nanti sudah menjadi provinsi definitif, saya pun siap menjadi konsultan untuk pengembangan Kaltara. Gratis, tidak usah dibayar,” tegas gubernur, setengah bercanda.

Gubernur pun menyarankan agar Pemprov Kaltara segera membangun pusat pemerintahan demi memudahkan pelayanan publik bagi masyarakat. Gubernur menyebut, perlu luasan lahan antara 600 hingga 1.000 hektare untuk membangun Kantor Gubernur, kantor-kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Korem, Polda dan kantor-kantor instansi teknis terkait lainnya.

“Kalau saya jadi Gubernur Kaltara akan saya bangun pusat pemerintahan, ada lautnya, ada pelabuhan, ada bandara dan tentu  ada jalan. Dari Tanjung Selor ke Tanah Kuning (usul pusat pemerintahan Kaltara) bisa dibangun highway,” sebut Awang.

                Sementara itu, Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengaku sangat berbahagia  karena Gubernur Awang Faroek memberikan perhatian yang sangat besar untuk pembangunan Kaltara.

Kehadiran Gubernur Awang Faroek yang sekaligus menegaskan komitmen untuk tetap memberikan dukungan bantuan keuangan dan program pembangunan kepada Kaltara tentu sangat membahagiakan masyarakat Kaltara.

                “Komitmen Gubernur Awang Faroek ini tentu akan sangat membahagiakan masyarakat Kaltara. Ini bukti bahwa Pemprov Kaltim sangat serius untuk terus melakukan pembinaan kepada Provinsi Kaltara pada masa transisi ini,” ujar Irianto.

Irianto menambahkan, kehadiran gubernur bersama Pangdam, Kajati dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi menjadi tanda sangat positif bahwa Kaltara tidak ditinggalkan setelah menjadi provinsi otonom setelah dimekarkan dari Kaltim.

“Ini perlu dipahami masyarakat, bahwa perlu sinergi semua pihak untuk membangun Kaltara. Pembangunan dengan berbagai permasalahannya, tentu tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu sekejab dengan cara-cara yang instan. Perlu proses dan ada mekanisme yang harus dilalui,”  kata Irianto.

Dia menjelaskan, tahun lalu Pemprov Kaltara mendapat  dana bantuan hibah dari Pemprov Kaltim Rp250 miliar. Tahun ini dalam alokasi APBD murni Pemprov Kaltim telah mengalokasikan Rp150 miliar untuk Pemprov Kaltara.

“Mungkin nanti di APBD Perubahan akan ada tambahan Rp100 miliar, tapi itu kebijakan Pemprov Kaltim. Minimal sama dengan tahun lalu,” imbuh Irianto.

Selain itu, masih ada dukungan dalam bentuk bantuan-bantuan program dari provinsi induk, antara lain penyelesaian program multiyears pembangunan tiga bandara di kawasan perbatasan, pembangunan pelabuhan di Kabupaten Tana Tidung dan Nunukan.

 Termasuk pembangunan Rumah Sakit Tarakan yang untuk tahap awal akan diresmikan Gubernur Awang Faroek  hari ini. Secara keseluruhan, Rumah Sakit Tarakan ini akan diserahkan setelah Kaltara memiliki gubernur dan anggota legeslatif definitif.  

Raker diikuti ratusan peserta. Selain Gubernur Awang Faroek, juga hadir Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, Kajati Kaltim Amir Satta dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim, Nasaruddin Tappo. Semua bupati dan walikota Kaltara hadir dalam pertemuan tersebut. (sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Gubernur  Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (dua dari kiri) dan Penjabat Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (dua dari kanan) bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman (kanan) serta  Kajati Kaltim Amir Satta (kiri) saat menghadiri Raker Bupati dan Walikota se-Kaltara.(samsul/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation