Awang: Kaltim Makin Maju dengan Tol

BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan memiliki peran yang sangat penting sebagai interkoneksi Trans Kalimantan yang terintegrasi dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Utara.

Jalan tol ini juga akan sangat mendukung interkoneksi tiga kawasan industri di Kaltim, yakni Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kawasan Industri Kariangau di Kota Balikpapan dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur.

"Tol ini awalnya dianggap tidak layak secara ekonomi dan secara finansial. Tapi saya terus meyakinkan, bahwa jalan tol ini ke depan akan sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Kaltim akan semakin maju dengan jalan tol ini," kata Awang.

Sebagai informasi, jalan tol di Kaltim sudah dimulai sejak 2010 lalu, namun sempat terhenti. Pembangunan jalan tol ini dibagi dalam lima seksi, yakni Seksi I (Km 13 - Samboja) sepanjang 25,07 Km dikerjakan dengan pembiayaan APBD sebesar Rp2,79 triliun dan dukungan APBN sebesar Rp271,8 miliar untuk pembangunan Jembatan Waduk Manggar). Seksi V dikerjakan dengan pembiayaan APBN dan loan China dengan nilai kontrak Rp848,56 miliar. Panjang jalan tol Seksi V ini adalah 11,09 Km.

Sedangkan untuk Seksi II, III dan IV dengan total panjang mencapai 62,86 Km akan dikerjakan dengan investasi swasta. Saat ini prosesnya sudah melewati prakualifikasi lelang. 

Empat peserta lelang yang lulus prakualifikasi adalah konsorsium PT. Jasa Marga-PT Wijaya Karya-PT. Perumahan Pembangunan-PT Bangun Tjipta Sarana, konsorsium PT Citra Marga Nushapala Persada-PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi,-PT Brantas Abipraya-PT Istaka Karya, konsorsium Naza Engineering & Construction-PT Daya Mulia Turangga. Total investasi untuk jalan tol ini adalah Rp13,1 triliun. Dari jumlah itu kontribusi investasi diperkirakan mencapai Rp6 triliun. (tim humasprov/hmsprov)  

Berita Terkait