Awang: Kebersaman Modal Besar Mendukung Pembangunan

Silaturahmi KMB Nauli

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, kekompakan, kebersaman, saling menghargai dan saling menghormati, merupakan modal besar yang tiada tara untuk mendukung pembangunan.
"Karena itu, saya memberi apresiasi yang tinggi pada warga Etnis Batak di Kaltim yang selama ini telah berpartisipasi menjaga bumi etam tetap aman dan damai dengan mengedepankan palsafah, Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung,”kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak di hadapan ribuan Warga Batak yang tergabung di Keluarga Masyarakat Batak (KMB) Nauli Samarinda pada malam silaturhami, dengan tajuk "Semalam di Danau Toba" yang berlangsung  di GOR Sempaja Samarinda,  Senin malam (13/8).
Dalam kesempatan itu Awang berpesan, agar Warga Batak terus meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan sesama warga masyarakat dari etnis lainnya, sehingga tercipta kedamaian dan ketentraman yang abadi di daerah ini.
"Ciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, yang sejuk dan dinamis, sehingga  tidak mudah terpengaruh isu-isu tidak bertanggung jawab. Hiduplah dengan rukun, saling cinta dan mengasihi sehingga terwujud  keluarga besar masyarakat Kaltim yang damai, demi kemajuan daerah" kata Awang  Faroek.
Menurut dia, Kaltim saat ini sedang giat-giatnya membangun, tentunya membutuhkan suasana kondusif. Hal itu bisa terlaksana tentunya atas dukungan dan kesadaran tinggi dari semua warga negara termasuk seluruh etnis di daerah ini.
"Membangun Kaltim adalah tanggung jawab kita semua, sesuai slogan “Membangun Kaltim untuk Semua",  bukan  omong kosong. Tetapi sarat dengan makna untuk mensejahterakan rakyat Kaltim,” ujarnya.
Dia bertekad akan terus memeranggi kemiskinan, kebodohan, tidak ada lagi masyarakat menganggur,  semua harus mampu memenuhi kebutuhan,  baik sandang, pangan dan papan juga pendidikan, kesehatan, infrastruktur yang baik. Tentunya  semua itu akan terwujud , seiring dengan dukungan dan tekad bersama yang harus diperjuangkan.
“Saya minta komitmen seluruh Warga Batak di daerah ini, untuk berupaya keras turut serta dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan bersama-sama mengurangi pegangguran di Kaltim,” Tantanng Gubernur.
Dia juga minta Warga Batak harus membantu program-program pemerintah untuk menginvestarisir bagaimana kondisi ekonomi para anggotanya, sehingga bisa didata dan masuk dalam berbagai program pembangunan daerah.
"Sebagai Gubernur, Saya bertanggungjawab untuk mensejahterakan rakyat, termasuk Warga Batak.  Tidak boleh ada rakyat Kaltim yang hidupnya di bawah garis kemiskinan, menganggur, tidak mendapat akses pelayanan pendidikan dan  kesehatan yang memadai.
Dalam kesempatan itu, Awang Faroek dianghkat sebagai warga kehormatan Warga Batak yang ditandai dengan pengalungan Kain Ulos (selendang khas Batak).
Suasana berbeda ketika ketika gubernur didaulat menyanyi, seluruh warga Batak yang memadati GOR Sempaja ikut larut dalam suka cita,  ketika Awang menyanyikan lagu khas Batak, Situmorang yang diplesetkan dengan syair Awang Faroek Ishak dan  Gubernur juga mendendangkan lagu berjudul Gereja Tua yang dipolpulerkan Grup Band Panbers.
Dalam perhelatan silaturhami itu, juga dihibur artis ibukota,  Edy Silitonga, Vanda Hutagalung, Josua Pangaribuan yang membawkan sejumlah lagu batak yang membuat hadirin rindu dengan kampung halaman.(sar/hmsprov).

///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak disambut meriah Warga Batak yang tergabung dalam Keluarga Masyarakat Batak (KMB) Nauli Samarinda.(johan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait