Awang: Kita Bertekad Turunkan Pengangguran di Kaltim

Gubernur Buka Pameran Bursa Kerja 2015

 

SAMARINDA – Awal September ini Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berkesempatan membuka Pameran Bursa Kerja atau Job Market Fair ((JMF) 2015 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim.

Menurut Awang Faroek Ishak, Pameran Bursa Kerja (PBK) yang rutin dilaksanakan setiap tahun cukup efektif untuk penyediaan lowongan kerja bagi masyarakat pencari kerja di daerah ini.

“Kita bertekad menurunkan angka pengangguran dengan ketersediaan lowongan kerja dan kesempatan berusaha. Target pembangunan Kaltim Maju 2018 angka pengangguran harus turun menjadi 5,11 persen,” kata Awang Faroek Ishak di GOR Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (1/9).

Gubernur menjelaskan salah satu program prioritas pembangunan daerah adalah penurunan jumlah angka pengangguran. Pada tahun 2014 angka pengangguran di Kaltim tercatat sebesar 7,54 persen dan akhir Februari angka pengangguran turun menjadi 7,17 persen.

Dia mengakui Pemprov Kaltim terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor usaha demi terciptanya lapangan kerja baru serta perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan potensi ekonomi pada semua sektor lapangan usaha.

Misalnya, pengembangan potensi sumber daya alam yang mempunyai prospek pasar yang jelas dan nilai ekonomi tinggi.  Selain itu, mendorong kegiatan usaha dengan melakukan perluasan atau diversifikasi usaha melalui peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program pembangunan ketenagakerjaan dengan sektor pembangunan ekonomi di daerah.

“Harapan kita akan tercipta lapangan kerja baru dan perluasan kesempatan kerja yang keberhasilannya ditunjukkan dengan meningkatnya angkatan kerja atau pencari kerja lokal yang bekerja pada seluruh lapangan kerja yang terbuka di Kaltim,” jelas Awang Faroek Ishak.

Gubernur berharap pameran bursa kerja terus dilakukan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Bahkan pemerintah bertekad terus untuk mendorong terciptanya kesempatan kerja seluas-luasnya dan pihak swasta ikut berperan menyelenggarakannya.

Sementara itu Plt Kepala Disnakertrans Kaltim H Usriansyah mengemukakan JMF  adalah salah satu upaya untuk menurunkan jumlah angka pengangguran yang telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir dan ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

“Job Market Fair memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja (naker) secara praktis, efisien dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan,” ungkap Usriansyah.

Pameran Bursa Kerja atau JMF tahun ini dilaksanakan selama tiga hari sejak 1-3 September dan diikuti 66 perusahaan dengan kesempatan kerja 336 lowongan jabatan dan 1.894 lowongan pekerjaan.

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Kaltim dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim untuk peningkatan kompetensi dan sertifikasi pekerja di Kaltim yang dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak dengan Ketua DPD APINDO Kaltim H Slamet Brotosiswoyo. (yans/sul/es/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak membuka Pameran Bursa Kerja atau Job Market Fair di Stadion Madya Sempaja Samarinda.(johan/humasprov)

 

 

Berita Terkait