Awang: LSM Banyak Bantu Penilaian Proper

Awang: LSM Banyak Bantu Penilaian Proper

 

SAMARINDA-Penilaian peringkat program kinerja perusahaan (Proper) tentang pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) tidak lepas dari dukungan dan kritikan yang diberikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat lingkungan.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengaku sangat terbantu dari kritikan tersebut, sehingga mampu menilai perusahaan mana yang layak mendapatkan peringkat terendah alias bendera hitam.

“Pertimbangan yang kami lakukan juga berdasarkan informasi dari LSM, baik berupa kritik maupun saran. Contohnya, yang sering disampaikan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) terkait kerusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan tambang. Kami sangat berterimakasih atas informasi-informasi tersebut. Bahkan Jatam memberikan informasi lengkap dengan data-datanya,” kata Awang Faroek Ishak saat konferensi pers usai penyerahan Proper Lingkungan Hidup di Pendopo Lamin Etam, Jumat malam (5/6).

Data LSM itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan bagi Pemprov Kaltim untuk menilai kinerja perusahaan tambang maupun perkebunan dan kehutanan. Contoh data tentang pencemaran yang dilakukan PT KPC di Desa Keraitan, Bengalon, Kutai Timur.

“Inilah harapan saya, semua LSM harus menjadi pengawas yang mewakili rakyat untuk mengawasi kinerja perusahaan tambang, perkebunan maupun kehutanan di daerah. Sehingga pemerintah mendapatkan informasi yang akurat,” tegasnya.

Menurut dia, tim penilai proper sangat independen, kredibel dan dapat dipercaya. Bahkan tim tersebut bekerja menggunakan fasilitas pemerintah. Termasuk ketika berkunjung ke lokasi perusahaan.

“Jadi tim ini betul-betul independen. Mereka tidak menggunakan fasilitas perusahaan. Karena, jika menggunakan fasilitas perusahaan akan menjadi gratifikasi dan itu akan mempengaruhi penilaian masyarakat,” tegas Awang. (jay/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation