Awang: Padukan Nawacita dan Tri Sakti dengan Pembangunan Daerah

 

Malam Pisah Sambut Kakanwil Kemenkumham Kaltim

SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak mengajak agar semua pihak bersama-sama memadukan Tri Sakti dan Nawacita dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten/Kota dan Provinsi agar program Kementerian dan program di pemerintahan daerah tereallisasi dengan baik.

Hal itu disampaikan Awang Faroek Ishak  saat menghadiri pisah sambut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)  Kaltim Agus Saryono  sebagai pejabat baru menggantikan Djoko Setiono.

"Mari kita sinkronkan,  cita-cita pembangunan nasional tersebut di daerah dan  kami siap mendukung, sehingga hasilnya sesuai dengan harapan," katanya.

Dalam malam pisah sambut itu, Awang tidak lupa memberikan penilaian terhadap kinerja Joko Setiyono yang dinilainya cukup baik. "Kalau di raport nilainya Pak Djoko itu sembilan, karena Pak Djoko saya nilai merupakan salah satu Kakanwil yang sangat dekat sekali dengan jajaran Pemda. Beliau adalah salah satu pejabat yang paling aktif," kata Awang. Gubernur Awang Faroek Ishak juga menyambut baik kedatangan Agus Saryono , sebagai pejabat yang baru.

“Dia bukan orang baru di Kaltim. Dia adalah orang lama yang kembali bertugas di Kaltim. Saya juga ucapkan selamat bertugas buat Pak Joko di tempat yang baru di Kemenkumham," kata Awang Faroek pada malam pisah sambut di Pendopo Lamin Etam pada Senin (2/11) malam.

Awang menyakini Agus Saryono dengan pengalaman tugasnya di beberapa daerah antara lain Banjarmasin, Medan, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur hingga di Kemenkumham mampu bekerja dan mengemban amanah serta menjalankan tanggung jawab yang baik dalam memimpin Kanwil Kemenkumhan Kaltim.

"Saya percaya dengan pengalaman yang ada pada Pak Agus. kalau beliau bisa memimpin Kanwil ini dengan baik," katanya.

Awang menjelaskan, bertugas di suatu daerah itu tidak ada perbedaan dengan pusat karena sama-sama mengabdi kepada bangsa dan negara. "Bukankah pusat itu pusatnya daerah dan daerah itu daerahnya pusat. Jadi, bagi saya tidak ada bedanya. Yang membedakan kita ini adalah status kepegawaian," katanya.

Sementara Djoko Setiyono mengaku bahagia telah diberi kesempatan tugas dan mengabdi di Kaltim. Apalagi, dia merasa mendapat pembelajaran dan pencerahan dari Gubernur. Namun  masih dirasakan kurang.

"Saat pertama kali beliau (Awang Faroek Ishak) memberikan arahan tentang pusat dan daerah secara hakiki. Itulah yang menyemangati hati saya untuk bekerja mengabdi pada negeri dimanapun kita berpijak. Beliau menyampaikan kalau kita tidak ada solusi, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Itulah yang membuat hati saya menjadi semangat," katanya.

Sementara itu, Agus Saryono menyampaikan bahwa dirinya akan terus melanjutkan pekerjaan yang telah dirintis Djoko Setiyono. Karena itu, lanjut Agus, dirinya meminta dukungan dan arahan dari Gubernur agar dapat mencapai program-program yang sudah direncanakan. 

"Kalau sendirian tidak ada apa-apanya. Tapi, kalau dilakukan bersama, cita-cita kita akan tercapai semua. Semoga saya bisa meneruskan apa yang telah dirintis pak Djoko," katanya. (rus/sul/es/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak bersama mantan Kakanwil Kemenkumham  Kaltim Djoko Setiono dan istri pada malam pisah sambut.(fajar/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation