Kalimantan Timur
Awang: Pertumbuhan Ekonomi Terganggu Jika Daerah Tidak Kondusif
Halal Bihalal Bersama Lima Forum Kemasyarakatan Kaltim
 
SAMARINDA - Pertumbuhan ekonomi dan  investasi tidak akan berkembang baik jika situasi keamanan, kerukunan dan kedamaian tidak dapat dijaga dan diwujudkan.  
Demikian ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam Halal Bihalal dan Syukuran HUT ke-68 Kemerdekaan RI bersama lima forum kemasyarakatan di Kaltim, Rabu (21/8).
Lima forum yang hadir yaitu Forum Persaudaraan Antar Umat Beragama, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Koordinasi Pemberantasan Teroris dan Yayasan Jati Diri Bangsa.
Awang Faroek menjelaskan, pertumbuhan Kaltim dalam lima tahun terakhir sangat menggembirakan. Bahkan sejumlah penilaian atas prestasi ini menyebutkan bahwa Kaltim ibarat raksana yang telah berlari kencang setelah sebelumnya terlelap dalam tidur yang panjang.
"Kemandirian fiskal Kaltim dapat terlihat dengan makin bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat, sehingga berdampak signifikan terhadap peingkatan APBD. Pada awal kepemimpinnan Saya, APBD Kaltim hanya Rp7,79 triliun namun kini meningkat Rp13 triliun. Bahkan diprediksi hingga akhir tahun ini dapat mencapai Rp15,2 triliun," jelasnya.
Semua ini tidak dapat dicapai jika stabilitas keamanan, kedamaian dan hubungan antara suku, agama dan kelompok di Kaltim tidak bersatu. Gubernur Awang Faroek berterima kasih kepada jajaran TNI dan Polri serta dukungan seluruh rakyat yang telah menjaga keamanan Kaltim dengan baik. 
Disinilah pentingnya kehadiran forum-forum ini sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan berkumpulnya para anggota forum.  Awang Faroek mengimbau agar forum-forum sejenis ini dapat hadir di setiap kabupaten/kota sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya konflik dan permasalahan masyarakat. 
Forum-forum semacam ini diharapkan menjadi mitra bupati dan walikota di daerah untuk meredam dan mengatasi kemungkinan terjadinya konflik horisontal.
"Kita memang dilahirkan dan hidup secara berbeda. Jadi marilah kita hidup saling kasih mengasihi, hormat menghormati dan hidup secara rukun dan damai," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang nampak hadir juga menerima gelar kehormatan dari warga Dayak Kaltim dengan nama Buluy Ingan yang berarti seorang pemimpin teladan. Penyerahan gelar kehormatan ini ditandai dengan pemberian kalung manik sebagai pertanda keteladanan dan topi rotan sebagai tanda kepemimpinan. 
Dahlan Iskan yang berkunjung ke Kaltim didampingi istri, Ny Nafsiah Sabri menyempatkan waktu melakukan reuni dan temu kangen dengan alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri yang dulu bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sejak angkatan 1970. Dahlan Iskan yang mengawali karir sebagai wartawan di Samarinda sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Tarbiah selama beberapa semester. (yul/hmsprov).
 
///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyambut kehadiran Wagub Farid Wadjdy disaksikan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman saat menghadiri Halal Bihalal Lima Forum Kemasyarakatan Kaltim.(syaiful/humasprov kaltim)
 
 
Berita Terkait