Awang Silakan Bangun Pabrik Semen

BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi dan kian banyaknya proyek-proyek pembangunan infrastruktur hampir dipastikan mengakibatkan tingginya kebutuhan semen. Sebab itu, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyarankan agar investor tidak ragu menggelontorkan investasi mereka untuk usaha ini.
"Seperti kita tahu, saat ini Kaltim sedang giat membangun. Kebutuhan semen di tentunya masih sangat tinggi karena merupakan bahan yang sangat penting. PT.  Semen Indonesia, silakan bangun pabrik semennya, bukan hanya pabrik pengemasannya saja," kata Gubernur Awang Faroek saat groundbreaking packing plant PT. Semen Indonesia di Kawasan Industri Kariangau (KIK), Balikpapan, Sabtu  (16/3).  
Bahkan lanjut Awang,  pasar Kaltim masih akan  menyerap jika ada lima pabrik semen dibangun di sini karena tingginya kebutuhan semen. Langkah ini harus segera dilakukan sebelum investor asing mengetahui potensi itu dan menyerbu Kaltim dengan investasi yang lebih besar.
Awang menambahkan, keberadaan packing plant di KIK setidaknya akan menjamin kebutuhan pasokan semen di Kaltim. Apalagi keberadaan proyek-proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kaltim dengan 157 proyek dengan nilai investasi Rp688 triliun, sudah barang tentu memerlukan ketersediaan semen yang cukup.
“Sekarang Kaltim fokus pada pembangunan infrastruktur. Semua proyek itu butuh semen dan kebutuhan di Kaltim sebanyak 2,1 juta ton dipasok Semen Indonesia," katanya.  
Untuk diketahui, kebutuhan semen di Samarinda kurang lebih 851 ribu ton per tahun, Balikpapan 500 ribu ton, Bontang sebanyak 102 ribu ton dan 85 ribu ton di  Tarakan.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Semen Indonesia, Dwi Soetjipto mengungkapkan, pabrik pengemasan ini ditargetkan beroperasi pada kuartal IV tahun 2014 mendatang. Operasional pabrik ini pun  diharapkan dapat menjamin kebutuhan semen di Kalimantan, khususnya di Kaltim.  
Pabrik ini memiliki kapasitas rotary packer sebanyak 2.200 kemasan perjam atau 110 ton perjam. Sedangkan semen curah sebesar 120 ton per jam. “Per tahun kemampuan produksi di pabrik packing plant Balikpapan ini sebanyak 600 ribu ton,” ungkapnya.
Packing plant tersebut memiliki dermaga yang bisa disandari kapal dengan bobot mati 10.000 ton dan silo (tempat penyimpanan semen) berkapasitas 2 X 6.000 ton. Dwi menjelaskan kehadiran packing plant teraebut diyakini akan semakin memacu gerak perekonomian, khususnya Kota Balikpapan yang selama ini sudah dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kaltim.
Dengan pembangunan ini, berarti PT Semen Indonesia telah memiliki 16 packing plant yang tersebar di Indonesia, di wilayah barat, tengah hingga timur. 15 packing plant telah beroperasi di Aceh, Dumai, Batam, Teluk Bayur (Padang), Tanjung Priok, Tuban, Celuk Bawang (Bali), Banjarmasim I, Samarinda, Ambon, Tonasa, Ciwadan I, Ciwadan II (Banten), Banyuwangi dan Sorong.
Dia menjelaskan, tingginya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pembangunan infrastruktur di Kaltim menjadi alasan kuat PT. Semen Indonesia yang di dalamnya menaungi Semen Gresik, Tonasa dan Semen Padang melakukan pembangunan packing plant di Balikpapan. “Pada 2012 kebutuhan semen di Kalimantan mencapai 4,07 juta ton. Tumbuh 21 persen dibandingkan 2011 lalu 3,36 juta ton.
Per Januari 2013, kebutuhan semen Kalimantan sudah menembus angka 349.559 ton meningkat 19 persen dibandingkan periode Januari 2012 lalu,” ungkapnya.Kebutuhan semen di Kaltim adalah yang tertinggi dibanding provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan. Peresmian pembangunan packing plant ini juga dihadiri Wagub H Farid Wadjdy, Sekprov Irianto Lambrie dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. (ky/hmsprov)

//Foto: PENGANTONGAN SEMEN. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub H Farid Wadjdy bersama jajaran Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menekan tombol dimulainya pemancangan tiang pembangunan Packing Plant. (kiky/humasprov kaltim).
 


 

Berita Terkait