Awang: Tumbuhkan Pusat Ekonomi

* Peresmian Gedung Kantor BI Perwakilan Kaltim


SAMARINDA – Kalangan perbankan baik Pemerintah maupun bank-bank Swasta diminta untuk dapat menghadirkan kantor cabang di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim, termasuk di wilayah perbatasan langsung dengan negara lain.
Demikian harapan Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak saat Peresmian Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Samarinda, Kamis (28/2)  sekaligus Penandatanganan Kerjasama Pembangunan Kampung Wisata Tenun Samarinda Seberang.
Gubernur juga meminta bantuan dan dukungan dunia perbankan untuk pembiayaan proyek-proyek yang akan dan sedang dilaksanakan di seluruh Kaltim, khususnya pembiayaan pada sektor multi proyek dan padat modal yang membutuhkan dana sangat besar.
“Kaltim banyak membangun proyek-proyek yang termasuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI diantaranya Pelabuhan Maloy di Kutai Timur. Selain itu Kaltim juga akan mendukung ketahanan pangan Nasional dengan Program Food Estate dan Rice Estate,” ujarnya.
Beberapa indikator makro pembangunan Kaltim ditunjukkan dengan besaran PDRB (Product Domenstic Regional Bruto) yang terus meningkat. Pada tahun 2011 PDRB Kaltim sebesar Rp. 390,64 triliun dan tahun 2010 sebesar Rp.321,90 triliun dan tahun 2009 yang tercatat Rp.285,59 triliun.
Tahun 2011 PDRB Kaltim menduduki posisi ke-6 Nasional dan PDRB tahun 2012 sampai dengan Triwulan III mencapai Rp. 321,77 triliun, dengan kumulatif sampai triwulan IV 2012 diperkirakan lebih dari Rp.400 triliun.
 “Untuk itu saya meminta dunia perbankan baik swasta dan pemerintah  untuk mendukung tumbuhnya ekonomi daerah yang berdaya saing dan pro rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjelaskan, inflasi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir dapat terkendali dan cenderung menurun.
Begitupun dengan inflasi di Kaltim, dijelaskannya bahwa walaupun sedikit lebih tinggi dari inlasi nasional, inflasi Kaltim juga terus menuruh dan terkendali dalam tiga tahun terakhir. Ini menunjukkan kinerja ekonomi Kaltim memiliki daya saing dan ketahanan ekonomi yang lebih baik dari provinsi lain.
“Dinamika perekonomian di seluruh Indonesia masih akan menghadapi tantangan yang cukup berat karena luasnya dimensi dan kompleksnya krisis di negara maju. Sehingga pemulihan ekonomi global memerlukan pemulihan ekonomi yang cukup lama,” ujarnya.
Kemampuan daerah untuk memacu ekonomi sangat tergantung dari dua hal yaitu melalui kemampuan daerah untuk menggali dan memperkuat basis-basis pertumbuhan  daerahnya. Kedua adalah kemampuan daerah menggali potensi dan keunggulan daerahnya dengan melengkapi infrastruktur dasar baik yang sangat diperlukan oleh kegiatan ekonomi  masyarakat dan investor.
“Di Kaltim ada koridor MP3EI, zona ekonomi yang lain, di Kaltim juga ada kawasan-kawasan ekonomi yang lain. Saya berharap dan menitipkan agar investor akan datang jika pekerjaan rumahnya selesai, minimal infrastruktur dasar,” tegasnya.
Dalam rangkaian Peresmian Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Samarinda ini juga dilakukan penandatanganan Kerjasama Pembangunan Kampung Wisata Tenun Samarinda Seberang antara BI dan Pemerintah Kota Samarinda.
Sebagai tanda resminya penggunaan gedung baru BI Kaltim yang terletak di Jalan Gajah Mada ini  ditandai dengan pemukulan gong dan penandatangan prasasti.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga menyerahkan cinderamata kepada Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, berupa tanaman Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Majalah Prestasi dan Gaya Hidup dengan cover story Gubernur Kaltim.(yul/hmsprov)

//Foto: BIAYAI PROYEK. Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menyaksikan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menandatangani prasasti peresmian Gedung Kantor BI Perwakilan Kaltim. (fajar/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation