Awang: Tuntaskan Satu PAUD Satu Desa

Peringatan Hari Anak Nasional dan Gebyar PAUD

 

 

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, pendidikan anak usia dini sangat penting bagi pertumbuhan anak. Karena itu, program satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), satu kelurahan/desa harus bisa diwujudkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka peran Bunda PAUD (istri bupati/walikota) di kabupaten/kota sangat diharapkan.

“Anak-anak harus kita bangun menjadi anak-anak yang cerdas, pintar dan berkepribadian. Karena itu, saya berharap Bunda PAUD dengan dukungan para bupati dan walikota harus mampu mewujudkan program satu PAUD satu desa ini. Sehingga  Kaltim mampu mewujudkan generasi emas yang dapat diandalkan di masa depan,” kata Awang Faroek Ishak saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional dan Gebyar PAUD di GOR Serbaguna Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu (6/9).

Anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, anak-anak harus diberikan bekal untuk masa depan yang lebih baik.  Melalui pendidikan anak usia dini, diharapkan anak-anak Kaltim mampu menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, semua pihak diharapkan dapat memberikan perhatian yang tinggi kepada anak-anak usia dini. Mulai dari pendidikan agama yang baik, pendidikan moral yang baik dan pendidikan kepribadian yang baik.

"Tetapi peran keluarga sangatlah utama. Keluarga harus menjadi motivasi bagi anak untuk menjadi generasi yang baik,"

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan gerakan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan. Gubernur juga memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang telah memprogramkan gerakan kabupaten/kota layak anak.

Bukan hanya itu, guna memberikan motivasi kepada pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, maka pada 2015 Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang mampu menuntaskan program satu PAUD satu desa atau kelurahan. 

“Pemprov Kaltim akan memberikan penghargaan bagi kabupaten/kota yang mampu menuntaskan program satu PAUD satu desa/kelurahan, berupa panji penghargaan program satu PAUD satu desa/kelurahan. Penghargaan ini akan diberikan saat puncak HUT Provinsi Kaltim 2015,” jelasnya.

Pemprov Kaltim terus berupaya memberikan perhatian terhadap peningkatan pendidikan usia dini, mulai dari Taman Kanak-kanan (TK), Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Indonesia.

Diharapkan para pendidik pendidikan usia dini selalu berkembang di Kaltim, sehingga mampu mencetak generasi muda yang dapat diandalkan di masa depan. Apalagi, dari 103 kecamatan, 1.002 desa baru 700 desa yang memiliki PAUD dan tersisa mencapai 300an desa.

“Mewujudkan itu, maka saya berharap setiap perusahaan juga turut mendukung program tersebut, melalui program coorporate social responcibility (CSR), sehingga daerah ini mampu menciptakan generasi yang dapat diandalkan di masa depan,” jelasnya.    

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hj Ardiningsih berharap Bunda PAUD kabupaten/kota bersama bupati dan walikota se Kaltim termotivasi dalam menyukseskan pendidikan anak usia dini.

"Kami berharap semua kabupaten/kota dapat berinovasi, sehingga program pendidikan usia dini sukses dan mampu mencetak generasi muda yang berkualitas serta berkepribadian baik,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Hj E Suharni Faroek bersama anak-anak pada Peringatan Hari Anak Nasional dan Gebyar PAUD. (fajar/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait