Ayo Menanam Pisang dan Porang

Foto : Arief M

BALIKPAPAN - Nilai komoditI ekspor Provinsi Kaltim sebesar Rp12 triliun pada 2019. Didominasi minyak sawit dan plywood. Hal ini terungkap pada presentasi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan Abdul Rahman dalam sesi panel pada Rakorsin Dinas Pangan, Tanaman pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim yang berlangsung tadi malam di Ballroom Hotel Aston, Balikpapan, Rabu (4/3/2020).

.

Meski demikian, Rahman memotivasi para petani untuk melirik komoditi pertanian yang saat ini tengah diminati pembeli luar negeri terutama negara Malaysia, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan United Kingdom. 

.

Sebut saja komoditi jagung, bawang putih, akar pasak bumi, bubuk rempah, jamur kering, kelor, kopi instan, kumis kucing yang memang telah rutin ekspor, maupun komoditi unggulan yang menjadi potensi atau peluang komoditi Provinsi Kaltim kedepan, yakni buah naga, nanas, salak, pisang kepok, durian, lai dan porang.

.

“Pisang kepok sudah mulai ekspor perdana ke Malaysia pada Oktober tahun lalu, kalau bapak ibu punya lahan, ayo menanam pisang kepok. Apalagi ada investor dari Malaysia yang berminat membangun pabrik pengolahan pisang di Kaltim, sehingga yang kita ekspor barang yang sudah diolah, keuntungan lainnya bisa menyerap tenaga kerja,” ajak Rahman memulai presentasi komoditas ekspor non sawit dan plywood.

.

Ia juga menyebut bahwa Kutai Timur sebagai sentra pisang kepok terutama di Kecamatan Kaliorang dan Kecamatan Kaubun.

.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur, Sugiono didampingi staf Yudi Noor, yang juga hadir pada Rakorsin ini membenarkan bahwa Kutai Timur telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Kawasan Pengembangan Komoditi Pisang.

.

“Sebesar 200 hektar telah disiapkan dalam pengembangan tanaman pisang untuk mendukung program peningkatan ekspor pertanian tiga kali lipat atau Gratieks, “ujar Yudi.

 .

Yudi Noor menambahkan bahwa ekspor pisang kepok dari Kutim telah terlaksana sembilan kali meskipun besarannya masih fluktuatif. Namun terakhir ekspor pisang kepok meningkat dan cenderung stabil berkisar antara 60 sampai 90 ton. 

.

Ia optimis komoditi ini menjadi primadona dan andalan dimasa depan, mengingat permintaan dari Malaysia sampai saat ini masih belum bisa dipenuhi.

.

Selanjutnya, masih penuh antusias Rahman memperkenalkan potensi dan peluang komoditi lainnya, yakni tanaman “porang” atau Amorphophallus Muelleri Blume. 

.

Bibit yang berasal dari Kalimantan Selatan ini awalnya merupakan tanaman liar di hutan. Porang merupakan bahan pangan yang rendah karbohidrat dan kondisi tanah di Kalimantan Timur terbukti sangat cocok dengan jenis tanaman ini.

.

Rahman menambahkan, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Balikpapan saat ini tengah ditanam porang pada lahan seluas 100 hektare di KM 38 HTI Balikpapan. Porang juga ditanam di Tritip di sela-sela tanaman karet. 

.

Memang, tanaman ini merupakan jenis yang menyukai naungan, sehingga pola tumpang sari di sela-sela tanaman Karet atau Sawit sangat ideal. Dipastikan sudah ada tiga eksportir yang berminat yakni dari China, Jepang dan Uni Eropa. “Mudah-mudahan dari Kalimantan Timur bisa ekspor pertengahan tahun ini,” harapnya.

.

Mengingat potensinya yang luar biasa, tak ada lagi yang harus ditunggu, bagi yang punya lahan, ayo menanam pisang kapok dan porang.(inni/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait