B2P2EHD Jadi Pusat Ungulan Iptek Dipterokarpa

Wahyu Widhi Heranata dan Djohan Utama Perbatasari menerima cinderamata dari Achmad Saerozi.(masdiansyah/humasprov kaltim)

 

SAMARINDA – Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dihasilkan maka Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) Kaltim menjadi pusat unggulan iptek dipterokarpa (jenis kayu meranti-merantian/kelompok tumbuhan pantropis).

Menurut Kepala B2P2EHD Achmad Saerozi, pihaknya mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pengelolaan ekosistemn hutan dipterokarpa.

“Kita mendorong penyediaan iptek untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar hutan,” katanya pada Seminar/Workshop Hasil-Hasil Litbang B2P2EHD di Aula Gedung B2P2EHD Kaltim, Senin (22/5).

Apalagi lanjutnya, Gubernur Kaltim telah menetapkan kebijakan membangun dan memberdayakan masyarakat sekitar hutan. Dia menjelaskan beberapa program prioritas nasional yang menjadi fokus kegiatan B2P2EHD antara lain desa dan kawasan pedesaan, percepatan pertumbuhan industri dan kawasan ekonomi khusus.

Termasuk ketahanan energi dan kedaulatan pangan, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, pembangunan wilayah dan kesehatan.

“Kami ikut bertanggungjawab dalam pengembangan iptek dipterokarpa guna peningkatan taraf hidup masyarakat Kaltim yang menggantungkan hidup di hutan,” ungkap Saerozi.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Wahyu Widhi Heranata mengemukakan perhutanan sosial masuk dalam RPJMD Kaltim.

“Dalam RPJMD telah ditetapkan bagaimana masyarakat Kaltim ini sejahtera dengan megoptimalkan potensi daerah diantaranya hutan melalui program perhutanan sosial,” ujarnya.

Dia mengungkapkan perhutanan sosial merupakan upaya pemerintah mengentaskan masyarakat miskin di sekitar hutan dan di Kaltim ada sekitar 660 ribu hektar yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan kemasyarakatan.

Workshop diikuti 150 peserta dengan pembicara Direktur Usaha Jasa Lingkungan Hutan Produksi dan Hasil Hutan Bukan Kayu Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dasn Kehutanan Djohan Utama Perbatasari. (yans/sul/es/humasprov)

Berita Terkait