Bahrani Selamat Kembali Pimpin DMI Kaltim

Gubernur: DMI Berbuat untuk Kemakmuran Masjid


BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberi apresiasi yang baik pada peran Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kaltim dan DMI Kabupaten/Kota yang selama ini telah berbuat banyak untuk kemakmuran dan kemajuan masjid, di samping melakukan pembinaan pada generasi muda (Remaja Masjid) dan memberi bantuan sosial serta kepedulian lain untuk masyarakat.
”Saya menghargai upaya DMI memantapkan keberadaan SK Menteri Agama RI Nomor 394/2004 tentang Penetapan Status Masjid Wilayah dan Nota Kesepakatan antara MPR-RI dengan PP DMI No.HM.310-/50/2010 dan No.057/PP-DMI/IV/2010 tentang Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Da’i/Da’iyah dan Pengurus Masjid," kata Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis yang disampaikan Karo Sosial Ir H Syafrian Hasani pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI DMI Kaltim di Balikpapan, Jumat malam (26/4).
Dari  yang bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi Diklat, kemampuan profesional para da’i/da’iyah dan pengurus masjid, serta ikut meningkatkan tugas-tugas MPR-RI dalam memperkokoh NKRI,” ujSementara itu, Muswil yang ditutup Sabtu sore (27/4) menghasilkan keputusan aklamasi yang menetapkan kembali H Bahrani Selamat sebagai ketua masa bakti 2013-2018 dibantu sejumlah wakil ketua. Terpilih sebagai Sekretaris H Romansyah dan Bendahara H Ardiansyah, yang juga masing-masing dibantu sejumlah wakil. Sedangkan anggota kepengurusan lainnya akan dipenuhi bebrapa waktu ke depan.
Gubernur ujar Karo Sosial mengharapkan, apa yang telah dilakukan dan yang akan menjadi program kerja DMI, dapat dijadikan sebagai tolok ukur sekaligus evaluasi dan motivasi pada Ketua dan Pengurus Baru PW DMI Provinsi Kaltim, maupun pada jajaran PD DMI Kabupaten/Kota se-Kaltim untuk meningkatkan peran, tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
”Sesuai Sunnah Rasulullah SAW, peran masjid adalah sebagai sarana ibadah dan sebagai tempat untuk meningkatkan hubungan antara sesama umat manusia (hablum minannas) maupun hubungannya dengan Allah (hablum minallah),” jelas Syafrian Hasani.
Selain itu tambahnya, masjid juga menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin mencari kedamaian dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat. Namun demikian, bukan pekerjaan mudah membina suatu masjid. Diperlukan adanya perjuangan, pengorbanan, kesabaran dan hati yang tulus ikhlas hanya semata mengharap ridha Ilahi.
Semuanya itu menurut Gubernur, akan tertumpu kepada para pengurus (Ta’mir) masjid. Merekalah yang mengurus, mengatur dan membina rumah ibadah, agar masjid tetap hidup dan semarak dengan berbagai kegiatan. Makmurnya masjid yang dihiasi setiap waktu dengan berbagai kegiatan amaliah, menandakan bahwa masjid itu ada, masjid itu tetap hidup.
“Begitu sebaliknya, jika tidak terawat dan tanpa kegiatan, akan tampak sepi sekaligus menandakan bahwa kehidupan beragama umat Islam di lingkungan masjid itu luntur, kadar keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah SWT turun atau sudah terkikis oleh dampak negatif kehidupan,” ucapnya. (ri/hmsprov).

//Foto:  Pengurus inti DMI Kaltim 20013-2018 bersama Pengurus DMI Kabupaten/Kota se-Kaltim, Bahrani Selamat (depan, ketiga dari kanan). (hadri/humasprov kaltim).
 

Berita Terkait