BALIKPAPAN STATEMENT, Langsung Didukung Bu Menteri


BALIKPAPAN STATEMENT

Balikpapan Statement akan menggabungkan pesan-pesan para anggota GCF melalui tiga agenda utama.

  • Agenda pertama adalah mengidentifikasi cara bagaimana yurisdiksi menghasilkan komoditas pertanian secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan konsumen agar mengurangi deforestasi. 
  • Agenda kedua adalah perlindungan hak-hak masyarakat adat. Pada saat yang sama, anggota GCF juga dituntut meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong transfer technologi, capacity building dan cross learning. 
  • Agenda ketiga adalah mencari cara untuk menjamin bahwa anggota GCF bisa meraih pendanaan yang diperlukan untuk mengurangi deforestasi, mendukung pembangunan rendah emisi, dan melindungi hak-hak masyarakat adat.

 

Langsung Didukung Bu Menteri

 

BALIKPAPAN – Gubernur Awang Faroek yakin,  Balikpapan Statement akan menjadi acuan pemerintah pusat. Kepada awak media, Awang mengungkapkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar sudah menghubunginya. Menteri LHK memang tidak hadir karena harus mengikuti kegiatan Presiden Joko Widodo, dan ia mendelegasikan kepada Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Nur Masripatin. 

 

“Pak Gubernur, Saya akan mengawal keputusan GCF di Balikpapan,” sebut Awang, menirukan ucapan Menteri Siti Nurbaya. Artinya kata Awang, Balikpapan Statement akan menjadi menjadi dasar kebijakan pemerintah pusat terkait deforestasi dan degradasi hutan serta pengendalian perubahan iklim.

 

Gubernur sangat yakin apalagi melihat latar belakang Presiden Joko Widodo adalah insinyur kehutanan. Presiden lanjut Awang, memiliki komitmen yang tinggi terhadap kehutanan. Dan itu tidak diragukan lagi. “Kebijakan yang sekarang dinikmati adalah kebijakan dari presiden yang pro lingkungan dan memahami ancaman bahaya pemanasan global,” pungkas Awang. (sul/ri/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation