Balikpapan Tertinggi


Kota Balikpapan masih menjadi daerah  dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di Kaltim. Minggu (21/6/2020) terdapat penambahan delapan pasien positif lagi dari kota yang menjadi gerbang utama Kaltim itu. 

Secara keseluruhan terdapat 132 kasus terjadi di kota Selicin Minyak ini. Rinciannya, 77 pasien sembuh, 3 meninggal dunia dan 52 pasien masih dalam perawatan.

"Penambahan pasien positif masih cukup tinggi di Balikpapan," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim H Nazrin, Senin (22/6/2020).

Kasus yang terjadi, sebagian besar karena riwayat perjalanan dari luar Kaltim dan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, seperti  rekan kerja dan keluarga.

Contoh kasus BPN 125, BPN 126, dan BPN 127 adalah kasus positif akibat kontak erat dengan rekan kerja, BPN 110. Selanjutnya, BPN 128 adalah orang tanpa gejala (OTG) pelaku perjalanan dari Sulawesi Barat. BPN 129 juga kasus OTG yang kontak erat dengan kasus Kutai Timur (KTM) 45 yang merupakan rekan kerja.

BPN 130 dan BPN 131 adalah warga Balikpapan yang akan melakukan perjalanan ke Jawa Barat. Belum diketahui dari mana mereka terpapar. Keduanya adalah OTG.

Sementara BPN 132 adalah OTG warga Lampung yang bekerja di Kutai Barat berdomisili di Balikpapan sejak Juni 2020, dan akan mutasi ke Pontianak.

Tiga tambahan pasien positif lainnya berasal dari Penajam Paser Utara dan Berau. Keduanya baru kembali dari Halmahera, Maluku Utara. "Satu positif lagi dari Bontang. Screening di perusahaan. Dia adalah warga Bontang dan OTG," tambah Nazrin.

Penambahan pasien positif Covid-19 tidak sebanding dengan pasien sembuh yang hanya tiga orang. Pasien sembuh berasal dari Kutai Kartanegara, Balikpapan dan Berau. Total pasien sembuh hingga kemarin sebanyak 322 orang, pasien meninggal 5 orang dan yang masih dalam perawatan 107 orang. 

"Sebaiknya tidak bepergian dulu. Jika pun sangat mendesak, maka jangan abaikan protokol kesehatan. Agar tidak tertular, apalagi menularkan," pungkasnya. (sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait