Balitbangda Yakin Teknologi Nuklir Bawa Kaltim Swasembada Beras

Panen padi di Kaltim.

SAMARINDA- Keyakinan Pemprov Kaltim melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) terhadap pengembangan teknologi nuklir mampu mendukung pertumbuhan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas, terutama pengembangan pertanian padi.

Kepala Balitbangda Kaltim Eddy Kuswadi meyakini, melalui pemanfaatan teknologi nuklir ini, mampu menyukseskan pembangunan pertanian padi di Kaltim, bahkan Kaltim mampu Swasembada Beras. "Pengembangan teknologi nuklir ini sudah sejak 2010 telah dilaksanakan. Bahkan, penandatanganan MoU untuk kerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sudah dilakukan guna pengembangan sektor pertanian padi di Kaltim. Melalui varietas padi aplikasi dedikasi nuklir (Sidenuk)," kata Eddy Kuswadi di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/7).

Eddy mengatakan, dengan adanya kerja sama BATAN dan Pemprov Kaltim, sudah dilakukan pengembangan varietas Sidenuk di Tenggarong Seberang. Alhasil, sebelumnya mengembangkan varietas tersebut, satu hektarnya hanya menghasilkan 4 ton setiap panen. Sementara, ketika menggunakan varietas Sidenuk mampu menghasilkan 7,5 ton per setiap panen.

Karena itu, Balitbangda meminta pihak terkait dalam pengembangan sektor tersebut bisa memanfaatkan teknologi ini. Sehingga, apa yang diinginkan Gubernur Awang Faroek Ishak untuk Kaltim Swasembada Beras diyakini akan terwujud. "Jika memang bisa dikembangkan, selanjutnya bisa dilakukan kerja sama dengan BATAN yang difasilitasi Balitbangda Kaltim," jelasnya.

Selain itu, teknologi nuklir juga diharapkan dapat mendukung pengembangan di Kawasan Industri Buluminung di PPU. Dari kawasan tersebut akan dikembangan berbagai sektor industri, mulai pengembangan iradiator bagi kesehatan, pertanian dalam arti luas dan farmasi.

"Kawasan tersebut sudah ada. Lahan sudah disiapkan hingga mencapai 20 hektar. Selanjutnya, bagaimana semua pihak terkait bisa mendukung pengembangan tersebut. Caranya dengan saling berkoordinasi melalui Balitbangda Kaltim," jelasnya.(jay/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation