Bandara dan Dermaga untuk Masyarakat dan Pariwisata

Maratua, Pulau Terluar yang Terus Berbenah (2-habis)

Tidak hanya pembangunan untuk pelayanan dasar kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan dan kesehatan, namun saat ini di Maratua juga sedang dibangun bandar udara (bandara) dan dermaga skala besar yang diperuntukkan untuk kemudahan akses transportasi barang dan orang. Terutama untuk mendorong kemajuan pariwisata bahari di Maratua.

Bandara Maratua diproyeksikan memiliki panjang landasan pacu (runway) sekitar 1.400 meter untuk tahap awal dan dapat dikembangkan hingga 2.000 meter, yang dapat didarati pesawat dengan tipe ATR ataupun jenis pesawat pribadi. Pengerjaan proyek ini menggunakan sumber dana APBN dan APBD Kaltim dan telah berlangsung sejak 2012 lalu.

Progres pembangunan saat ini diatas 50 persen. Dimana landasan pacu telah dilakukan pengamparan batu dan kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan. Keberadaan bandara di Maratua, tentu saja akan memberikan nilai lebih kepada Maratua sebagai pulau terluar dengan potensi wisata bahari yang mengagumkan.

Untuk itu, pengerjaan bandara harus dilakukan percepatan melalui koordinasi dan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah (provinsi dan kabupaten). Karena, diyakini dengan adanya sebuah bandara, tingkat kunjungan wisatawan baik nusantara terlebih mancanegara akan semakin meningkat.

Tidak hanya itu, dengan kemudahan akses transportasi menuju Maratua, maka seiring dengan itu perekonomian di Maratua akan tumbuh dan berpengaruh positif pada perekonomian masyarakat. Multiplier effect dari keberadaan bandara tentu saja diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maratua.

Demikian halnya untuk pembangunan pelabuhan (dermaga) utama yang akan menjadi gerbang masuk laut ke Maratua. Bertempat di Tanjung Siku, yang berjarak sekitar empat kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Maratua, dermaga ini kedepan diproyeksi akan menjadi pelabuhan utama bagi masyarakat Maratua.

Mulai dari kegiatan kelautan dan perikanan bagi masyarakat Maratua yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, hingga pengembangan usaha jasa untuk wisata bahari yang menjadi andalan Pulau Maratua.

Keberadaan bandara dan dermaga utama di Maratua kelak akan membuat pulau terluar ini berkembang pesat dari segala sisi. Hal itu tentunya harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur penunjang yang memadai. Khususnya jalan poros maupun akses, baik jalan yang menghubungkan antar kampung ataupun jalan akses menuju objek-objek wisata yang ada di wilayah Maratua.

Karena, walaupun wisata bahari menjadi andalan di Maratua, namun masih banyak objek wisata alam yang diminati wisatawan khususnya dari mancanegara, yakni wisata hutan dan danau yang masih alami.

Untuk itu, dalam pengembangan Pulau Maratua kedepan untuk menjadi destinasi wisata Indonesia dan dunia, maka diperlukan sinergitas dan koordinasi antara seluruh pemangku kepentingan. Termasuk kepedulian masyarakat Maratua dalam mendukung upaya tersebut.

“Kita sudah menyosialisasikan kepada warga Maratua agar tidak membuang sampah ke pantai atau laut, serta untuk tidak membangun rumah atau bangunan lainnya di pantai atau pinggir laut. Ini salah satu upaya kita agar Maratua tetap terjaga kelesetarian lingkungannya dan mendukung kemajuan sektor pariwisata di Maratua,” kata Camat Maratua, Kudarat.

Keseimbangan antara pelaksanaan program pembangunan khususnya infrastruktur dengan menjaga kelestarian lingkungan di Maratua harus dilakukan. Sehingga tidak ada kondisi lingkungan yang rusak saat pembangunan dilaksanakan. Karena, lingkungan hidup yang tetap terjaga kelestariannya akan semakin menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Maratua.

Terlebih, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak telah berkomitmen untuk memajukan sektor pariwisata di Pulau Maratua yang memang sangat potensial. (heru rinaldi/sul/hmsprov)

 

Foto : Keindahan Pulau Maratua ini diyakini akan lebih menarik minat wisatawan jika bandara dan dermaga yang lebih representatif selesai dibangun di pulau ini. (heru/humasprov)

 

 

Berita Terkait