Bandara Maratua Jadi Pendukung Kegiatan Sail Derawan 2014

YOGYAKARTA – Pemprov Kaltim terus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan Sail Derawan 2014 dengan membangun bandara di pulau Maratua, Kabupaten Berau yang ditargetkan selesai pada akhir 2013.
“Bandara di Pulau Maratua ini memang diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar kepulauan Derawan.  Selain itu tentu sebagai sarana pendukung kegiatan Sail Derawan 2014,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, H Zairin Zain di Yogyakarta, Senin (15/4).
Menurut dia, Kabupaten Berau telah memiliki Bandara Kalimarau sebagai sarana transportasi utama jalur udara. Namun karena letak Kepulauan Derawan cukup jauh dan sulit dijangkau, maka Pemprov Kaltim bekerjasama dengan Pemkab Berau  membangun bandara yang lebih kecil untuk memudahkan wisatawan yang datang.
Gugusan kepulauan Derawan memiliki beberapa pulau yaitu Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua dan beberapa pulau kecil lainnya.
Namun karena posisi pulau-pulau tersebut merupakan gugusan pulau terluar Kaltim yang berbatasan laut langsung dengan Malaysia dan Filipina, maka dirasa perlu membangun Bandara agar transportasi lebih mudah dan cepat.
Selama ini untuk mencapai Kepulauan Derawan, penduduk dan wisatawan  hanya dapat menggunakan jalur darat atau transportasi laut yang memakan waktu sekitar 2,5 jam dari ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb.
“Bandara  di  Maratua ini nantinya memiliki panjang landasan sepanjang 1.600 meter dan dapat  didarati pesawat jenis ATR 42 dengan kapasitas penumpang lebih dari 40 orang,” jelasnya.
Dalam beberapa kali kegiatan sail di Indonesia, contohnya Sail Morotai di Maluku Utara 2012 lalu, sarana perhubungan udara menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat karena kegiatan ini selalu dihadiri presiden dan para menteri terkait.
Pada Sail Komodo di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur tahun ini, Kaltim menjadi provinsi pendukung untuk mempromosikan Sail Derawan 2014 kepada para wisatawan dunia melalui Festival Derawan 2013.
“Memang pembangunan Bandara ini prioritasnya adalah untuk kelancaran arus barang dan penumpang di Kepulauan Derawan.  Selain itu tentunya merupakan sarana untuk wisatawan, terutama menjelang pelaksanaan Sail Derawan 2014,” ujarnya. (yul/hmsprov).
 

Berita Terkait