Bangkitkan Kembali Budaya Santun

SANGATTA-Derasnya serbuan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, serta semangat kebebasan dan demokrasi yang berlebihan dewasa ini, ternyata memberikan perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur budaya bangsa, kian hari kian memudar. Kebanggaan sebagai anak bangsa kian menipis tergerus modernisasi dan kebebasan.

"Ini adalah persoalan besar republik ini. Budaya luhur bangsa kita kian pudar, terkalahkan oleh budaya asing dan jargon kebebasan.  Etika sopan santun orang muda kepada yang lebih tua dan sebaliknya, meski masih ada tetapi makin sulit kita temui," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Yudha Pranoto saat menjadi salah satu pembicara pada kegiatan Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa di Kabupaten Kutai Timur, Rabu (23/10).   

Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, serta semangat kebebasan dan demokrasi itu sesungguhnya hal yang sangat positif jika semua pihak, termasuk generasi muda bisa memanfaatkannya dengan baik. Tidak lantas mengartikan semuanya dengan kebebasan yang tanpa batas, sehingga mengabaikan tata nilai budaya dan moral bangsa. 

Yudha menjelaskan, merosotnya semangat  kebangsaan  yang diiringi menurunnya tata nilai luhur budaya bangsa mengindikasikan bahwa sosialisasi dan gerakan untuk membangkitkan kembali kesadaran itu harus dilakukan lebih baik, sistematis dan terprogram dengan baik. Tugas ini tentu menjadi tanggung jawab pemerintah, baik pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

Penting  juga untuk membangkitkan kesadaran bersama baik pemerintah maupun masyarakat, bahwa dengan pemahaman dan penerapan yang baik tentang tata nilai budaya dan moral bangsa ini, maka kehidupan bermasyarakat dan berbangsa akan lebih terarah, rukun dan damai menuju rakyat yang sejahtera berkeadilan.

"Pemerintah sudah pasti akan mengupayakan hal ini, namun disisi lain, partisipasi dan peran aktif masyarakat tentu sangat dibutuhkan. Tidak akan ada hasil yang baik dari upaya pemerintah, jika masyarakat tidak memberi dukungan untuk perubahan positif  itu," beber mantan staf ahli gubernur itu.

Sementara Kepala Bidang Bina Idiologi Wawasan Kebangsaan dan Kewaspadaan Kesbangpol Kaltim, Sayid Syarif Sukmawira menyebutkan, kegiatan ini diikuti tidak kurang 100 peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda. Hal ini dilakukan agar gerakan untuk membangun kesadaran mengembalikan tata nilai budaya luhur bangsa ini bisa dilakukan dan dicontohkan dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat maupun tokoh pemudanya.

"Kesadaran kita bersama untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa sehingga akan mencegah tantangan dan ancaman yang akan melunturkan budaya bangsa kita," kata Sayid Syarif Sukmawira.

Kegiatan tersebut digelar dalam dua hari yakni 23 - 24 Oktober dengan nara sumber yang dihadirkan diantaranya dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dosen Universitas Mulawarwan,  Polri dan TNI serta pembicara dari Badan Kesbangpol Kaltim. (sul/hmsprov)

///FOTO : Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, Yudha Pranoto saat menjadi pembicara pada Kegiatan  Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa di Kabupaten Kutai Timur, pertengahan pekan ini.  

Berita Terkait