Bangun Infrastruktur Untuk Penguatan Konektivitas Antar Wilayah

JAKARTA-Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan pembangunan infrastruktur dasar menjadi program prioritas pemerintah pusat. Hal itu dilakukan melalui penguatan konektivitas antarwilayah, guna memperkuat kinerja perekonomian domestik dan sektor riil, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.  Selain itu juga ditujukan untuk menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan daya beli masyarakat.  
"Pembangunan infrastruktur dilakukan guna menumbuhkan konektivitas antar wilayah dan menghilangkan kesenjangan ekonomi," ujar Hatta Rajasa saat membuka Regional Government Conference (RGC) dan Indonesia International Infrastructure Conference and Ehxibition (IIICE) 2013 di JCC Plenary Hall, Rabu (13/11).
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut dia, pemerintah telah memulai program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dibagi dalam enam koridor ekonomi, dengan tujuan perkuatan postur ekonomi kearah yang lebih berimbang dan pengintegrasian pembangunan ekonomi antarwilayah yang merata di Indonesia disesuaikan dengan potensi dan keunggulan daerah masing-masing.
Dijelaskan pada 2013, pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp737,9 triliun untuk sektor riil dan untuk infrastruktur sekitar Rp355 triliun. Dari total alokasi anggaran tersebut, pemerintah berkontribusi sebesar 36 persen, BUMN 30 persen, campuran 28 persen dan swasta sekitar lima persen.
"Saya harapkan peran swasta semakin meningkat dalam pembangunan infrastruktur. Agenda ini dilakukan bertujuan untuk mendorong peningkatan peran swasta tersebut," jelasnya.
Terkait hal itu, Hatta Rajasa meminta kepada pemerintah pusat dan daerah agar dapat memberikan insentif kepada investor swasta yang ingin menanamkan modalnya di daerah. Termasuk kemudahan dalam pengurusan proses perijinan.
"Pemerintah harus memangkas dan mempermudah proses perijinan yang bertele-tele. Dan yang terpenting adalah daerah harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga menarik minat investor," harapnya.
Terkait arahan tersebut, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan Kaltim siap mendukung dan mensukseskan proyek-proyek MP3EI Koridor Ekonomi Kalimantan di Kaltim.
"Kita yakin implementasi MP3EI di Kaltim mampu mendorong dan meningkatkan perekonomian daerah, selain itu proyek MP3EI juga dapat bersinergi dengan program pembangunan daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Awang Faroek.
Untuk menarik minat swasta berinvestasi ke Kaltim, sambung dia, Pemprov Kaltim telah menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang memberikan kemudahan dalam pelayanan perijinan bagi investor.
Selain itu, Pemprov juga berupaya mendorong peran swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur di Kaltim. Hal itu dilakukan melalui pola-pola kerjasama antara pemerintah daerah dengan swasta, seperti pada proyek pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB) yang bekerjasama dengan PT Persada Investama.
"Kita juga terus berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk meningkatkan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri di Kaltim. Termasuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan andal melalui pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK)," pungkasnya. (her/hmsprov)

////Foto : Menko Perekonomian Hatta Radjasa menjelaskan kepada Gubernur Awang Faroek dan para undangan lainnya terkait kebijakan nasional membangun konektifitas antarwilayah di Indonesia. (heru/humasprov)


 

Berita Terkait
Government Public Relation