Bangun Jaringan Bisnis dan Promosikan Produk Lewat Pameran

Kaltim Dorong Petani Menuju Kemandirian

SAMARINDA – Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim H Ibrahim mengatakan gelaran pameran atau ekspo nasional maupun internasional merupakan ajang tepat untuk memromosikan peluang investasi bidang pertanian dari  Kaltim.

Selain itu, lanjut dia, dengan mengikutsertakan petani atau kelompok tani yang memiliki produk unggulan tentunya akan dapat membangun jaringan bisnis untuk produk pasca panen.

“Dengan mengikuti pameran atau ekspo, selain bisa memromosikan produk unggulan pertanian Kaltim, juga dapat membangun jaringan bisnis antara petani atau kelompok tani dengan sejumlah pelaku bisnis retail berskala besar yang ada di Indonesia,” kata Ibrahim, Rabu (26/11).

Berbagai produk hortikultura unggulan yang telah dikembangkan di Kaltim dan kerap kali diikutsertakan pada perhelatan pameran atau ekspo, diantaranya, Buah Naga, Pepaya Mini, Jeruk Keprok Borneo, Salak serta beberapa bibit buah eksotik seperti Lai, Durian Salisun, Ligit, Mawar dan lain-lain.

Dari sejumlah komoditi yang ditampilkan tersebut, ujar Ibrahim, Buah Naga dan Pepaya Mini menjadi favorit atau pilihan dari pengunjung. Bahkan, pebisnis retail nasional dari beberapa daerah siap menampung komoditi Buah Naga dari Kaltim, yang memang memiliki keunggulan, baik dari segi bentuk, tampilan dan rasa.

“Ini merupakan bukti komoditi hortikultura kita bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. Sekarang kita berusaha memacu petani untuk lebih meningkatkan produksi dan produktifitasnya. Disamping juga mengembangkan produk turunan dari komoditi tersebut yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” urainya.

Melalui ajang pameran juga, lanjut Ibrahim, para petani/kelompok tani bisa berinteraksi dan mengembangkan jaringan mereka. Selain bertemu pelaku bisnis juga dapat bertemu dengan sesama petani dari daerah lain, sehingga dapat lebih mengembangkan usahanya dengan saling bertukar pengalaman satu sama lain.

“Yang jelas kita akan terus support petani hortikultura di Kaltim agar bisa mandiri. Tidak hanya dalam mengolah tetapi juga bisa menjual baik secara individu maupun kelompok dari produk yang dihasilkannya,” pungkasnya. (her/sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Salah satu kebun buah naga di Kaltim. Produksi buah naga di daerah ini menjadi salah satu komuditas buah unggulan yang digemari hingga ke pasar luar daerah.(ist)

 

Berita Terkait