Bangun Jembatan Udara Wujudkan Konektivitas Intrawilayah Kaltim

Bangun Jembatan Udara Wujudkan Konektivitas Intrawilayah Kaltim

SAMARINDA – Percepatan pembangunan infrastruktur untuk membangun interkonektivitas di wilayah Kaltim terus dilakukan Pemprov. Pembangunan Jalan Trans Kalimantan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda termasuk pelabuhan udara dan laut di kabupaten/kota terus dikejar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses transportasi darat, laut dan udara.

“Itu semua menjadi program/kegiatan Pemprov yang diusulkan sebagai prioritas pembangunan pada 2015 melalui forum Musrenbang Regional Kalimantan 2014. Usulan itu bersifat quick wins dan merupakan program yang berdampak luas serta berpengaruh/bermanfaat secara regional Kalimantan,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Selasa (4/3).

Pembangunan dan pengembangan bandar udara (bandara), ujar dia, tidak hanya dilakukan di Balikpapan dan Berau ataupun di Samarinda, tetapi juga dibangun di semua ibukota kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara. Apalagi, lanjut dia, maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan masuk ke wilayah intra Kaltim.

“Kita tahu untuk menghubungkan Kaltim lewat jalur darat tidak bisa dirampungkan dalam waktu dekat, maka jalur udara adalah solusinya. Dengan bandara yang representatif  dan Pemprov sudah bekerjasama dengan Garuda Indonesia, maka nanti orang dari Kutai Barat bisa naik Garuda, orang Nunukan bisa naik Garuda. PNS semua naik Garuda, istri, anak dan keluarganya juga bisa naik Garuda. Yang jelas semua bisa terkoneksi,” ujarnya.

Selain dukungan dari Garuda Indonesia, Awang Faroek menambahkan Pemprov bersama kabupaten/kota akan memberikan subsidi ongkos angkut bagi penerbangan khusus untuk kawasan perbatasan. Disamping juga dilakukan pembangunan dan pengembangan bandara di kawasan perbatasan

“Masyarakat perbatasan juga akan kita perhatikan. Kita akan berupaya memberikan subsidi ongkos angkut untuk penerbangan di perbatasan, sehingga masyarakat di sana juga dapat menggunakan jasa transportasi udara dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Untuk membangun Kaltim lebih baik, maju dan sejahtera, menurut dia, tidak bisa dilakukan dengan hanya bertumpu pada anggaran pemerintah daerah ataupun pusat. Karena, sumber dana pemerintah untuk pembangunan terbatas, sehingga sangat perlu dilakukan terobosan-terobosan melalui kerjasama dengan private sector.

“Memang ada dana dari APBN dan APBD namun paling besar dari private sector. Kabupaten/kota harus bisa memanfaatkan peluang itu semaksimal mungkin. Hal itu diperbolehkan dalam rangka percepatan pembangunan di daerah. Sebagai contoh adalah Balikpapan yang berkembang pesat karena peran private sector,” jelasnya. (her/hmsprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation