Bangun Jembatan Untuk Kurangi Keterisolasian Wilayah

 - Ground Breaking Pembangunan Jembatan Kukar

TENGGARONG-Guna menjamin aksebilitas dan koneksi antar wilayah Kaltim yang dilalui Sungai Mahakam, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak merencanakan membangun sejumlah jembatan. Kebijakan ini diyakini akan membantu mengatasi persoalan-persoalan keterisolasian wilayah.
"Kita akan bangun lagi beberapa jembatan, karena jembatan ini juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat," ucap Gubernur Awang saat melakukan Ground Breaking pembangunan kembali Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), di Tenggarong, Rabu(10/4).
Pada peresmian itu, Gubernur Awang Faroek didampingi Ketua DPRD Kaltim H Mukmin Faisyal, Bupati Kukar Rita Widyasari, Sultan Kutai Adji Mohd Salehoeddin II dan Direktur Operasional PT Hutama Karya Sukamto selaku kontraktor pembangunan Jembatan Kukar.
Gubernur menuturkan, Pemprov Kaltim  dalam kurun waktu empat tahun ini fokus dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, diantaranya peningkatan infrastruktur baik jalan, jembatan, maupun pelabuhan laut dan udara.

"Daerah tidak akan berkembang kalau infrastrukturnya tidak kita bangun," ujar Awang.
Sepanjang Sungai Mahakam, jembatan yang telah terbangun yaitu, Jembatan Mahkota I dan Mahulu di Samarinda, sementara yang saat ini masih dalam pembangunan dan penyelesaian yaitu Jembatan Kembar, Jembatan Mahkota II dan Jembatan Aji Julur Jejangkat di Kutai Barat. Di luar Sungai Mahakam, saat ini Pemprov Kaltim juga membangun Jembatan Pulau Balang yang akan menghubungkan wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara.
Pemprov sendiri menginginkan sedikitnya ada 8 jembatan di Sungai Mahakam, karena keberadaan jembatahn itu nantinya akan membuka aksebilitas dan interkoneksi antar wilayah di Kaltim.
"Saya nanti bersama dengan Bu Rita mau melihat, jembatan di Kota Bangun bisa tembus ke Kahala, Kembang Janggut hingga Tabang. Interkoneksi antar wilayah ini harus kita wujudkan" tegas Awang.
Senada, Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, Pemkab Kukar menaruh perhatian terhadap peningkatan infrastruktur baik jalan maupun jembatan di wilayah Kukar.
"Saya bersyukur hari ini bisa dilakukan ground breaking pembangunan Jembatan Kukar, karena ini menjadi harapan masyarakat Kukar," kata Rita.
Rita meminta PT Hutama Karya selaku kontraktor pelaksana dapat melakukan pembangunan dengan sebaik-baiknya, mengingat perusahaan tersebut adalah kontraktor Jembatan Kukar sebelumnya yang ambruk dan mengakibatkan korban meninggal sebanyak 24 jiwa dan 12 orang dinyatakan hilang.
"Tolong dibangun sebaik-baiknya, kalau bisa Hutama Karya juga harus ikut pekerjaan perawatan jembatan ini, jika jembatan telah selesai dibangun," ujarnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kukar Wicaksono menyebutkan, Jembatan Kukar akan dibangun dengan tipe continous arch bridge atau jembatan plengkung menerus, model ini dinilai lebih aman dari sebelumnya yang bertipe suspension.
"Jembatan ini memiliki panjang 710 meter dengan bentang utama mencapai panjang 470 meter dan dibangun pada tempat yang sama pada jembatan sebelumnya," jelasnya.
Nilai kontrak pembangunan jembatan yang dulu menjadi ikon Kukar itu mencapai Rp191,74 miliar dengan masa pengerjaan selama 900 hari kalender.  (gie/hmsprov)

////Foto : Gubernur Awang Faroek, Sultan Kutai Adji Mohd Salehoeddin II, Bupati Rita Wdyasari dan para pejabat yang lain menekan tombol sirine dimulainya pembangunan Jembatan Kukar yang baru.(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait