Bangun Kepemudaan dan Olahraga dengan Memanfaatkan Bonus Demografi

Bangun Kepemudaan dan Olahraga dengan Memanfaatkan Bonus Demografi

TARAKAN - Jajaran Dispora se-Kaltim dan Kaltara harus memetakan seluruh potensi, termasuk keterbatasan dalam pembangunan kepemudaan dan olahraga,  dengan memanfaatkan bonus demografi  pada 2020 - 2030.

“Kita akan mendapat bonus demografi berupa melonjaknya jumlah penduduk usia produktif pada 2020 – 2030, harus kita manfaatkan dengan menyiapkan generasi muda yang produkif pada masa itu,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Sigit Muryono saat menyampaikan paparan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Program/Kegiatan Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan se-Kaltim dan Kaltara di Tarakan, Kamis(27/3).

Dia mengatakan, bonus demografi itu, pada satu sisi bisa menjadi kesempatan, karena  dengan bertambahnya penduduk usia produktif   akan berdampak positif  dan menjadi modal pada pembangunan termasuk di dalamnya  pemuda.

“Pada sisi lain jika tidak disiapkan dengan baik, bonus demografi bisa berdampak negatif, karena ke depannya juga akan terjadi lonjakan usia tidak produktif,” kata Sigit.

Karena itu, dia mengajak   jajaran dispora se-Kaltim dan Kaltara untuk memetakan seluruh potensi bahkan keterbatasan yang dimiliki dalam membangun bidang kepemudaan dan olahraga, sehingga bonus demografi yang akan diterima Indonesia memberi dampak positif dalam pembangunan daerah.

Manfaatkan potensi yang ada, jika ada kekurangan sinergikan dengan kelebihan yang dimiliki, sehingga menjadi satu kekuatan yang merupakan modal pembangunan manusia ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia, H Fahrullah mengatakan, Rakor Program/Kegiatan Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan se-Kaltim dan Kaltara dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan pemerintah baik melalui kerangka regulasi maupun kerangka anggaran yang bersumber dari APBD provinsi, APBD kabupaten/kota maupun dana dekonsentrasi.

Diharapkan, nantinya didapat suatu hasil program atau kegiatan yang tersinkronisasi secara baik sebagai bahan dalam pengajuan forum SKPD dan Musrembangda 2014.

Kepala Biro Perencanaan Program dan Organisasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, H Ramidin Saragih dalam paparannya menyoroti beberapa daerah di Indonesia yang secara kelembagaan masih belum membentuk dinas pemuda dan olahraga.

“Selama ini masalah pembinaan pemuda dan olahraga masih  disatukan pada SKPD lain, misalnya dinas pendidikan atau kebudayaan, sehingga kinerjanya tidak maksimal,” kata Ramidin.

Menurut dia, banyak kepala daerah yang belum menyadari pentingnya pembinaan pemuda dan olahraga secara fokus ditangani satu instansi. Karena, melalui olahraga akan mengangkat nama daerah tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional. (gie/hmsprov).

Berita Terkait
Government Public Relation