Bangun Motivasi, Tingkatkan Kinerja

SAMARINDA–Wagub Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan pentingnya membangun motivasi dalam bekerja, sehingga dapat terus berkreasi dan berinovasi serta meningkatkan kinerja untuk meraih prestasi tertinggi. Prestasi di sini, menurut Farid, adalah bagaimana memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada masyarakat.
“Mario Teguh adalah salah satu tokoh dari delapan tokoh perubahan Indonesia, jadi tidak salah untuk mengundang beliau dalam seminar ini guna membangun motivasi di jajaran pejabat eselon pada SKPD lingkup Pemprov Kaltim,” ujar Farid pada Seminar Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan Dalam Pembangunan bersama Mario Teguh, di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (9/3).
Pada seminar yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim ini, Farid meminta agar seluruh peserta yang hadir, baik pejabat eselon II, III dan IV, agar apa yang disampaikan oleh Mario Teguh selaku motivator, dapat didengarkan secara seksama, dihayati dan didalami.
“Dan yang terpenting adalah bagaimana kita menerapkan dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pekerjaan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, sebelum menyampaikan motivasi kepada peserta seminar,  Mario Teguh mengatakan terjadi perubahan signifikan pada kota Samarinda. Menurut dia, Samarinda tidak seperti beberapa tahun lalu saat dia berkunjung untuk pertama kalinya.
“Sekarang Samarinda macet, dulu tidak begini. Tetapi ini artinya perekonomian di sini berkembang dengan baik dan daya beli masyarakat juga meningkat. Ini bagus,” katanya.
Terkait kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, Mario Teguh menilai perempuan itu tidak perlu sama dengan laki-laki, karena laki-laki dan perempuan itu tidak pernah setara dan karena perempuan itu lebih mulia daripada laki-laki, sehingga mengapa mau turun kelas.
“Pikirkan siapa diantara kita yang tidak memuliakan ibunda, yang tidak menjadi pribadi hebat karena ibunda, bukankah ibunda disebut tiga kali sebelum ayah. Masalah kesetaraan gender dalam karir bukan hanya masalah di Samarinda dan Kaltim saja, melainkan masalah global,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Mario Teguh mengatakan hidup harus hebat, kuat, luas, besar dan bermanfaat, namun sikap harus tetap sederhana. Dan dalam memegang jabatan, kuncinya adalah sesegera mungkin menjadi tidak pantas lagi.
“Apakah orang lain menilai pantas atau tidak lagi. Namun, kita harus merasa tidak pantas lagi. Memang ini bertentangan dengan kebiasaan umum, namun dengan begitu kita akan menduduki jabatan dalam pekerjaan,” katanya.
Mario Teguh mengingatkan pentingnya menanamkan kegembiraan dalam kebersamaan dengan pasangan, memulai sesuatu yang baru dan jangan mengingat masa lalu. (her/hmsprov).

//Foto: KESETARAAN GENDER. Wagub Kaltim H Farid Wadjdy memberikan kenang-kenangan untuk Mario Teguh. (johan/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait
Government Public Relation