Bangun PLTU dan Jalan Tol Kaltim

ISA Siapkan  Investasi Rp14 Triliun

SAMARINDA – PT Indo Surya Abadi menyatakan telah menyiapkan alokasi dana Rp14,2 triliun untuk investasi dalam tiga proyek besar di Kaltim, yakni  pembangunan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan infrastruktur, berupa jalan tol.

Dari total investasi yang akan ditanamkan, masing-masing untuk untuk pembangunan PLTU berkapasitas 2x100 Megawatt (MW) senilai Rp3,22 triliun dan kapasitas 2x50 MW dengan nilai Rp1,61 triliun. Sedangkan pembangunan infrastruktur khusus untuk  jalan tol mencapai Rp9,37 triliun.

Pembangunan PLTU di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy Kutai Timur dikerjasamakan PT Indo Surya Abadi dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Ketenagalistrikan Kaltim.

Sementara dukungan pembangunan jembatan dan jalan tol Samarinda-Balikpapan dilakukan kerjasama PT Indo Surya Abadi dengan PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi yang merupakan anak Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya.

“Perhitungan dua proyek (jalan tol dan PLTU) itu cukup besar dan Chino Hydro (PT Indo Surya Abadi) reputasinya cukup baik serta pengalamannya bagus di Indonesia,” ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai penandatanganan kerjasama PT Indo Surya Abadi dengan Perusda Kelistrikan dan PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi di Pendopo Lamin Etam, Sabtu (3/5).

Awang Faroek berharap PT Indo Surya Abadi bersama Perusda Kelistrikan dan PT Kaltim Bina Saran Konstruksi didampingi Badan Perijinan dan Penanaman Modal Kaltim segera melaporkan rencana investasi ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

Sedangkan kegiatan sudah dapat dilakukan mulai Juni, khususnya kelanjutan pembangunan jembatan dan jalan tol ruas Samarinda-Balikpapan. Sementara, pembangunan PLTU di KIPI Maloy sudah tersedia lahan.

Pembangunan PLTU di KIPI Maloy Kutai Timur untuk mendukung ketersediaan energi listrik bagi kegiatan industri dan pembangunan sarana prasarana kawasan serta masyarakat sekitar.

“Kami sudah merencanakan KIPI Maloy ini kalau sudah terbangun, berbagai pabrik untuk kegiatan industri memerlukan energi listrik besar, baik industri sawit berupa CPO (crude palm oil/minyak mentah sawit) dan produk hilir (downstream) batu bara,” ungkap Awang Faroek.

Sementara jalan tol ini sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah karena terkoneksi antar wilayah dari Balikpapan dengan KIK (Kawasan Industri Kariangau) hingga Samarinda mencapai Pelabuhan Peti Kemas Palaran.

Berlanjut ke Kota  Bontang terdapat kawasan cluster industri gas dan kondensat berupa PT Badan LNG dan PT Pupuk Kaltim. selanjutnya ke Kutai Timur dengan kawasan pertanian dan oleochemichal untuk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy.

Penandatangan kerjasama untuk kemitraan dukungan investasi PLTU dilakukan Direktur Utama Perusda Ketenagalistrikan Kaltim Abdurrachman Chered dan dukungan pembangunan jembatan dan jalan tol Kaltim oleh Direktur Utama PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi H Husinsyah dengan Presiden Komisaris PT Indo Surya Abadi Albert Fookkun Chu.(yans/sul/es/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyaksikan penandatangan kerjasama investasi PLTU oleh Direktur Utama Perusda Ketenagalistrikan Kaltim Abdurrachman Chered dan dukungan pembangunan jembatan dan jalan tol Kaltim oleh Direktur Utama PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi H Husinsyah dengan Presiden Komisaris PT Indo Surya Abadi Albert Fookkun Chu.(johan/humasprov)

 

Berita Terkait