Bantu Promosikan Budaya Daerah

  Total E&P akan gelar Eksibisi Budaya Kutai di Jakarta

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mendapat kunjungan Yayasan Total Indonesia dan jajaran Bentara Budaya Jakarta yang berencana menggelar Eksibisi Budaya Kutai Kartanegara, 6-16 November mendatang di Jakarta. Rombongan Yayasan Total Indonesia dipimpin Vice President External Relations & General Counsel Total E&P Indonesie Nurman Djumiril.

"Kami ingin turut berkontribusi melestarikan dan mengenalkan seni budaya Kutai Kartanegara kepada khalayak di dalam negeri maupun luar negeri. Pada saat pembukaan acara nanti, selain mengundang mitra kerja dalam negeri, kami juga mengundang mitra kerja dari sejumlah negara," kata Nurman Djumiril di ruang kerja gubernur, Kamis (14/8).

Nurman Djumiril menjelaskan, pada eksibisi budaya yang akan digelar di Kompleks Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat tersebut akan ditampilkan seni budaya dari tiga kelompok masyarakat  Kutai Kartanegara, yakni kerabat Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, masyarakat pedalaman (Suku Dayak) dan masyarakat pesisir (Suku Kutai).

Terkait komunitas Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada eksibis budaya tersebut akan ditampilkan silsilah Kerajaan Kutai Martadipura dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, peragaan suasana keraton, peragaan benda-benda pusaka keraton, busana keraton dan foto-foto ekslusif keraton. Selain itu juga akan diperagakan upacara adat keraton, tari-tarian dan poto-poto situs dan artefak peninggalan kerajaan Kutai Martadipura.

Untuk suku pedalaman (Suku Dayak) akan ditampilkan pameran barang-barang kerajinan anyaman (topi, bakul, tikar, tas dan lainnya) dan peragaan cara hidup sehari-hari masyarakat suku Dayak, lengkap dengan tarian suku Dayak.

"Nanti juga akan kita tampilkan demontrasi menganyam dari para perajin suku Dayak. Serta tampilan beragam kayu hasil hutan khas Kalimantan," imbuh Nurman Djumiril.

Lebih menarik lagi, eksibisi ini juga akan menampilkan peragaan cara hidup masyarakat Kutai, mulai peragaan alat-alat pertanian, alat-alat dapur, alat-alat musik, permainan tradisional masyarakat, dan lainnya. Selain itu juga akan ditampilkan tari dan musik tradisional suku Kutai diantaranya Tari Jepen dan Musik Tingkilan, serta pementasan teater rakyat Mamanda.

"Kita juga akan tampilkan peragaan pembuatan perahu tradisional ketinting dan jika memungkinkan, monster Sangatta (buaya yang diawetkan di Musium Kayu Tenggarong) akan kita bawa. Kalau ini terwujud, pasti lebih menarik bagi para pengunjung," kata Nurman Djumiril.

Selain berbagai kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan seminar tentang adat istiadat masyarakat Kutai dan seminar lingkungan hidup yang bertalian erat dengan kehidupan masyarakat Kutai, serta pemutaran film dokumenter tentang kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara. Acara diyakini akan lebih meriah dengan peragaan busana tradisional, peragaan busana modern dan sentuhan motif Dayak, serta demontrasi memasak kuliner keraton, masyarakat Dayak dan Kutai.

Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Awang Faroek Ishak menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada manajemen Total E&P yang memberikan perhatian besar untuk pelestarian dan promosi budaya daerah. Namun Awang menyarankan, agar dalam kegiatan tersebut daerah lain yang memiliki keterikatan sejarah dengan Kerajaan Kutai juga disertakan dalam eksibisi tersebut.

"Kutai itu bukan hanya Tenggarong. Sejarah kita menuliskan bahwa wilayah Kerajaan Kutai itu meliputi Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat (termasuk Mahulu), Samarinda, Balikpapan, Panajam Paser Utara hingga Kabupaten Paser. Saya minta 7 daerah ini diajak. Silahkan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi dan kabupaten/kota," saran Awang.

Menurut Awang, seni budaya Kutai ini harus ditampilkan secara utuh dengan menyertakan seni budaya yang berkembang di 7 daerah tersebut. Gubernur juga tidak mempersoalkan seni yang akan ditampilkan merupakan seni budaya asli maupun perpaduan dengan seni kontemporer masa kini.

"Seni asli harus kita tampilkan, tetapi saya juga tidak anti dengan perpaduan seni asli dan kontemporer. Yang jelas, saya sangat berterima kasih kepada Total E&P Indonesie yang sangat serius membantu upaya pelestarian dan promosi budaya Kutai," pungkas Awang. (sul/hmsprov)  

//Foto: BERI KONTRIBUSI. Pertemuan Gubernur Awang Faroek dengan ajajaran Total E&P. (fajar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait